Minggu, 15 Januari 2012

Jangan Abaikan Perkembangan Kaki Anak Anda


Kaki anak-anak tidak bisa dianggap sama dengan kaki orang dewasa dengan bentuk yang lebih kecil. Kaki anak-anak memiliki pola perkembangan tersendiri. Kaki anak-anak disarankan untuk diperiksaan oleh podiatris apabila:
  • Sepatu yang dipakai anak Anda tidak rata
  • Adanya ruam kulit, pengerasan kulit, ataupun benjolan pada kaki anak Anda
  • Anak Anda mengeluh nyeri berulang pada kaki
  • Lutut anak Anda saling bersentuhan selama berjalan
  • Anak Anda terus-menerus tersandung dan terjatuh
  • Anak Anda tidak mau berjalan dan ingin terus digendong
Atau jika Anda memiliki keluhan lain tentang kaki anak Anda.
Podiatris adalah profesional kesehatan yang sangat terlatih untuk menangani masalah pada kaki dan tungkai bawah. Seorang podiatris menempuh pendidikan hingga meraih gelar Bachelor of Podiatry ataupun gelar yang lebih tinggi, dan terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui pendidikan dan pelatihan lanjutan.
Kaki anak-anak berbeda dengan kaki orang dewasa, karena mereka belum sepenuhnya terbentuk. Kaki seorang anak memiliki panjang sekitar 10 cm saat lahir, yang kemudian ukuran tersebut berkembang hingga mencapai dua kali lipat pada saat anak berumur satu tahun. Pada usia 6 bulan, sebagian besar kaki anak masih berupa tulang rawan, lalu pada saat usia mencapai 18 tahun, sebagian besar tulang (1/4 dari semua tulang di tubuh) terbentuk dengan sempurna.
Pada usia 6 bulan, bayi Anda akan mulai menyadari dan mulai bermain dengan kedua kakinya. Satu-satunya alas kaki yang dibutuhkan bayi adalah kaos kaki untuk menjaga kehangatan, karena kaos kaki tidak sesak bagi kaki bayi sehingga memungkinkan kaki untuk tumbuh normal.
Pada usia sekitar 12 bulan kebanyakan anak mulai berdiri dan berjalan. Langkah-langkah pertama mereka tentu selalu menyenangkan, tapi bayangkan – anak Anda akan berjalan dengan jarak setara dengan 4 kali keliling bumi dalam hidupnya! Pertumbuhan yang cepat selama masa kanak-kanak akan membuat anak Anda mengalami perubahan ukuran kaos kaki dan sepatu tiap beberapa bulan sekali.
Pada usia 3 tahun, anak-anak sudah mulai belajar untuk melompat, menendang bola, dan mengayuh sepeda. Berlari, aktivitas yang lebih kompleks daripada berjalan, kini juga sedang coba dikuasainya. Sepatu harus memberikan perlindungan dari cedera atau dingin, namun masih memberikan kebebasan dan keleluasaan anak untuk bergerak. Pastikan sepatu yang dipilih cukup dalam, panjang, dan lebar bagi kaki anak. Tali sepatu yang bisa menahan sepatu dengan baik akan memberikan keamanan untuk kaki anak serta mengurangi selip atau licin ketika berjalan.
Pada usia 6 tahun, kaki anak akan tampak cukup “dewasa” dan cara berjalan mereka akan mulai menyerupai pola berjalan orang dewasa. Ajarkan mereka untuk mengikat tali sepatu mereka, karena ini adalah keterampilan yang akan mereka butuhkan untuk pergi ke sekolah. Menjaga kaki tetap bersih dan kering dan memakai sandal atau sandal jepit di sekitar kolam renang membantu mencegah kurap dan kutil, 2 jenis infeksi kulit yang umum.

0 komentar:

Posting Komentar

◄ New Post Old Post ►