Jumat, 18 Mei 2012

Peserta Minim, Panitia Kejuaraan Renang Invitasi Tetap Legowo


RENANG INDONESIA - Minimnya jumlah peserta kejuaraan Renang Invitasi Nasional di Surabaya yang digelar mulai hari ini sampai 20 Mei tidak membuat panitia kecewa.

Herlambang Widjaya Ketua Panitia Kejuaraan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jatim pada Budi Leksono reporter Suara Surabaya, Jumat (18/5/2012) mengatakan, panitia tetap legowo dengan jumlah peserta yang minim.

Panitia memaklumi karena kejuaraan ini juga sudah dekat dengan PON Riau. Sehingga masing-masing daerah lebih konsentrasi untuk PON, terutama terkait persoalan dana.

Herlambang mengakui, meski jumlah peserta tidak sesuai harapan, kualitas pertandingan tetap dianggap berbobot.

Banyak atlet Pelatnas yang bergabung di event ini. Mereka diantaranya ada Glenn Victor, Triyadi, Nico, Idham Basuki dan juga Billy dari DKI Jakarta.

Herlambang berharap, meski jumlah peserta hanya 300-an dari 22 provinsi yang tersebar di Indonesia, event ini juga bisa memunculkan potensi-potensi baru.

Kejuaraan Renang Invitasi ini merupakan kalender rutin tahunan yang menjadi agenda resmi Pengurus Besar (PB) PRSI.

Di kejuaraan ini akan mempertandingan sekitar 120 nomor, dari mulai Kelompok Usia KU 4 sampai Senior.(suarasurabaya.net|)

Empat Cabang Berjuang Loloa Olimpiade


JAKARTA – RENANG INDONESIA - Empat cabang olahraga masing-masing atletik, voli pantai, panahan, dan renang masih berjuang untuk meloloskan atletnyake Olimpiade London 2012. Para atlet yang masih berpeluang adalah Dedeh Erawati, Maria Londa, Trianingsih dan Rini Budiarti (atletik), Koko Prasetyo Darkuncoro dan Ade Chandra (voli pantai), Ika Yuliana Rochmawati, Erwina Safitri, dan Titik Kusuma Wardani (panahan tim), serta Glenn Victor Susanto, Indra Gunawan, Triadi Fauzi, I Gede Siman Sudartawa, Enny Susilowati Margono, Yessy Yosaputra, dan Muhammad Idham Dasuki (renang).

"Khusus untuk renang, tiga nama terakhir masih berjuang masuk kualifikasi B. Sementara empat atlet lainnya, yakni Glenn, Indra, Siman, dan Triadi sudah lolos kualifikasi B," kata Kepala Sub Bidang Kompetisi Satlak Prima Utama dan Muda Andri Paranoan di Jakarta kemarin.  Selain itu, Andri menyebutkan lima cabang yang sudah dipastikan tidak lolos kualifikasi adalah rowing, tinju, layar, menembak, dan judo. Namun Indonesia masih berharap dari cabang-cabang yang tidak meloloskan atletnya bisa mengirim atlet lewat fasilitas wild card adalah menembak (2 atlet), layar (1), taekwondo (1), atletik (2), dan tinju (1).

"Hingga kini atlet yang lolos kualifikasi masih tetap 17 orang dari empat cabang olahraga. Panahan (1), angkat besi (6), anggar (1), dan bulutangkis (9)," bebernya.Andri menjelaskan, cabor atletik masih memiliki peluang untuk lolos melalui kualifikasi dengan syarat minimal melewati limit kualifikasi B untuk masing-masing nomor event. Batas akhir pencapaian limit untuk cabor atletik pada tanggal 8 Juli 2012. Jika sampai batas akhir waktu yang telah ditentukan atlet Indonesia belum juga mencapai limit minimal (limit kualifikasi B), maka cabor atletik akan mendapatkan  Wild Card untuk 2 orang atlet (Putra 1 Atlet & Putri 1 Atlet).

Cabor Voli Pantai Indonesia memiliki peluang untuk lolos melalui kualifikasi zona asia Oceania yang akan dilaksanakan di Tiongkok pada bulan Juni 2012. Cabor Voli Pantai harus menjadi juara pada kualifikasi terakhir zona asia oceania jika ingin lolos. Negara yang menjadi pesaing terberat tim Indonesia adalah New Zealand, Jepang, dan tuan rumah Tiongkok.

"Untuk panahan, kita masih memiliki peluang untuk meloloskan atlet melalui satu nomor event (Women"s Recurve Team). Final kualifikasi akan dilaksanakan pada 18 " 24 Juni 2012, di Ogden, Utha, USA. Atlet yang berpeluang lolos melalui kualifikasi terakhir ini adalah Ika Yuliana Rochmawati, Erwina Safitri,dan Titik Kusuma Wardani," beber Andri. (pontianak post)

Olympic Preview: Men's and Women's 100 Backstroke -- May 18, 2012


By John Lohn

GILLETTE, New Jersey, May 17. AS we creep closer to the Olympic Games in London this summer, Swimming World will produce event-by-event previews of the action set to unfold. As part of this series, we'll not only look at the leading contenders in each event, we'll also provide a historical perspective on each discipline. This approach was successful in the leadup to the Beijing Games and we hope our readership enjoys the coverage for this Olympiad.

Event: Women's 100 Backstroke 

Reigning Champion: Natalie Coughlin (United States).
Past Champions: Sybil Bauer (1924); Zus Braun (1928); Eleanor Holm (1932); Nida Senff (1936); Karen Harup (1948); Joan Harrison (1952); Judy Grinham (1956); Lynn Burke (1960); Cathy Ferguson (1964); Kaye Hall (1968); Melissa Belote (1972); Ulrike Richter (1976); Rica Reinisch (1980); Theresa Andrews (1984); Kristin Otto (1988); Krisztina Egerszegi (1992); Beth Botsford (1996); Diana Mocanu (2000); Natalie Coughlin (2004); Natalie Coughlin (2008).
World Record: Gemma Spofforth (Great Britain) 58.12.
Notable: If Natalie Coughlin can prevail in her prime event, she'll become the third woman in history to win an Olympic title in the same event at three consecutive Olympic Games. Only Dawn Fraser (100 freestyle) and Krisztina Egerszegi (200 backstroke) have pulled off the trifecta.

The Headliners: This event has shaped up to be one of the most tightly contested disciplines of the London Games. While Natalie Coughlin is chasing a third consecutive gold medal in the event, she'll have her hands full just qualifying for the United States squad. Aside from Coughlin, the American arsenal boasts Missy Franklin, Rachel Bootsma and Elizabeth Pelton, among others.

Whichever Americans advance to London, they will instantly be a medal contender and in the mix for the gold medal. That scenario includes Franklin, who didn't get the chance to race this event at last summer's World Championships, but is poised for a huge performance. Coughlin, though, has always performed under pressure and will face those circumstances this summer.

Russia's Anastasia Zueva has been sub-59 this season and was the silver medalist at the past World Champs, placing behind China's Zhao Jing. Australia offers a stellar tandem in Emily Seebohm and Belinda Hocking, although Hocking is better geared toward the 200 distance. Like Coughlin, Japan's Aya Terakawa is a veteran who checked in at 59.10 earlier this year.

A host of additional athletes could find their way into the championship final, such as Denmark's Mie Nielsen and world-record holder Gemma Spofforth of Great Britain. Zimbabwe's Kirsty Coventry, who took silver behind Coughlin at the Beijing Games, is also to be watched.

What Else?: An interesting storyline will be the performance of France's Laure Manaudou, who was the bronze medalist in the 100 backstroke at the 2004 Olympics in Athens. Manaudou put her emphasis on the backstroke events during French qualifying, a decision which paid dividends. The question is whether she can drop enough time to become a player in the medal hunt.


Event: Men's 100 Backstroke

Reigning Champion: Aaron Peirsol (United States).
Past Champions: Arno Bieberstein (1908); Harry Hebner (1912); Warren Kealoha (1920); Warren Kealoha (1924); George Kojac (1928); Masaji Kiyokawa (1932); Adolph Kiefer (1936); Allen Stack (1948); Yoshinobu Oyakawa (1952); David Theile (1956); David Theile (1960); Roland Matthes (1968); Roland Matthes (1972); John Naber (1976); Bengt Baron (1980); Rick Carey (1984); Daichi Suzuki (1988); Mark Tewksbury (1992); Jeff Rouse (1996); Lenny Krayzelburg (2000); Aaron Peirsol (2004); Aaron Peirsol (2008).
World Record: Aaron Peirsol (United States) 51.94.
Notable: There will be a new champion in this event due to the retirement of Aaron Peirsol, which ended his quest for a third straight Olympic crown. Aside from winning a pair of gold medals in the 100 back, Peirsol was the Olympic champion in the 200 back in 2004 and earned silver medals in that event in 2000 and 2008.

The Headliners: With Aaron Peirsol exiting the sport and not around to defend his gold medals from the past two Olympiads, a door has been flung wide open. If there is a favorite, however, it would be France's Camille Lacourt. The top-ranked 100 backstroker the past couple of years, Lacourt share the gold medal at the World Championships with countryman Jeremy Stravius, but Stravius failed to make the Olympic team in his best event. Lacourt is pure speed and will try to set the pace from the get-go.

Japan's Ryosuke Irie was the bronze medalist at the World Champs and will be in medal contention, but Irie is better suited for the 200 back, where he's expected to duel with Ryan Lochte. Look for another speedster, Great Britain's Liam Tancock, to also be in contention. Tancock was sixth at Worlds in the 100 back and has been 53.16 this year.

Who will the United States send to London? That is a big question mark right now, but Nick Thoman and David Plummer have to get an immediate mention. They finished fourth and fifth at the World Championships and have looked solid in 2012. Meanwhile, Matt Grevers is lurking. The silver medalist in the 100 back at the Beijing Games, Grevers has redemption on his mind after missing out on a World Champs berth in 2011.

Whether Ryan Lochte pursues an Olympic invitation remains to be seen, but Lochte has the potential to be a huge factor if he chooses to go after this event. While he has been a dominant 200 backstroker, Lochte hasn't quite unloaded a huge 100 back during his career. It could be coming. Also keep an eye on Australia's Hayden Stoeckel and Russian Arkady Vyatchanin, who shared bronze in Beijing. New Zealand's Gareth Kean and the German duo of Jan-Philip Glania and Helge Meeuw also will battle for championship final berths.

What Else?: It will be interesting to see how far Russia's Vladimir Morozov can advance. Although he is best known for his prowess in the 50 and 100 freestyles, Morozov's individual qualification came in the backstroke. Morozov, who attends USC, could one day represent the United States in international competition. (swimmingworld)

lompat jauh gaya menggantung

Lompat jauh merupakan salah satu nomor dalam cabang olahraga
atletik. Tujuan lompat jauh ialah melakukan lompatan sejauh mungkin
dengan teknik dan prosedur yang telah ditetapkan. Sementara itu,
lompat jauh gaya menggantung merupakan salah satu gaya dalam nomor
lompat.
Pada dasarnya, teknik yang dimiliki setiap gaya dalam nomor lompat

jauh sama saja. Namun, perbedaannya terletak saat sikap di udara,
seperti lompat jauh gaya menggantung. Teknik gerakan ini disebut
sebagai gaya menggantung karena sikap tubuh saat berada di udara
seperti menggantung atau melenting sehingga gaya ini juga dikenal
sebagai lompat jauh gaya lenting. Berikut akan diuraikan keterampilan
teknik lompat jauh gaya menggantung yang harus Anda kuasai.

1. Teknik lompat jauh gaya menggantung

a. Awalan
Awalan lompat jauh gaya menggantung dilakukan dengan cara lari
cepat dari jarak 35-45 meter. Namun, jarak tersebut tidak mutlak, tetapi
disesuaikan dengan kemampuan mencapai kecepatan maksimal setiap
pelompat.
b. Tolakan
Tolakan merupakan upaya untuk mendapatkan lompatan yang tinggi
dan jauh. Teknik ini dilakukan oleh salah satu kaki yang terkuat.
c. Saat berada di udara
Pada posisi ini, setiap gaya dalam lompat jauh dapat terlihat. Selain itu,
gaya yang digunakan dapat memengaruhi hasil lompatan. Sebagaimana
gaya berjalan di udara, gaya menggantung pun merupakan gaya yang
sering digunakan oleh para pelompat nasional dan internasional. Teknik
saat di udara ini, badan harus diusahakan melayang selama mungkin di
udara dalam keadaan seimbang.
d. Pendaratan
Pendaratan merupakan upaya mendaratkan tubuh pada bak pasir.
Saat mendarat, pelompat harus melakukan teknik pendaratan yang
baik dan benar. Jika terjadi kesalahan maka akan merugikan pelompat
sendiri. Pendaratan yang baik yaitu ketika jatuh menggunakan kedua
kaki dan tangan ke depan, jangan sampai badan atau tangan jatuh ke
belakang karena dapat membahayakan bagi si pelompat itu sendiri.

image

2. Latihan lompat jauh gaya menggantung

Bagi pemula bila ingin meningkatkan keterampilan teknik lompat
jauh gaya menggantung harus dilakukan latihan yang intensif. Beberapa
bentuk latihan untuk mengembangkan keterampilan teknik lompat jauh
gaya menggantung sebagai berikut.
a. Latihan lompat tanpa awalan
Cara melakukan lompat tanpa awalan sebagai berikut.
1) Berdiri di atas bangku dengan ketinggian 30 cm. Kemudian, lakukan
lompatan ke bawah sambil melentingkan badan.
2) Berdiri di tepi bak pasir dengan menggunakan dua kaki, kemudian
melompat ke bak pasir sambil menggantungkan badan.

imageimage

b. Latihan lompat jauh gaya menggantung dengan awalan
Cara melakukan lompat jauh gaya menggantung dengan awalan
sebagai berikut.
1) Lari dengan awalan 3 sampai 5 langkah. Kemudian, tolakkan salah
satu kaki pada papan tolak.
2) Lakukan awalan dari jarak 10 meter, kemudian lakukan tolakan
dengan kuat dan mendaratlah di bak lompat.
Tujuan utama lompat jauh ialah melompat sejauh-jauhnya dari papan
tolak ke bak pasir. Untuk dapat melakukannya, Anda perlu memerhatikan
beberapa hal penting, antara lain sebagai berikut.
a. Tidak mengubah kecepatan berlari sampai mencapai papan tolak.
b. Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dari papan tolak.
c. Koordinasi ayunan lengan dan gerak kaki harus harmonis.
d. Gerakan dilakukan dengan kecepatan dan kekuatan yang maksimal.
e. Teknik pendaratan harus dilakukan dengan tepat.
f. Kuasai gerakan koordinasi seluruh badan.
Beberapa kesalahan umum yang dilakukan para pelompat, terutama
pelompat pemula sebagai berikut.
a. Mengubah kecepatan dan pola gerak saat menjelang papan tolak.
b. Menolakkan kaki di bagian tumit sehingga kecepatan dan tolakan
tidak memadai.
c. Sikap badan saat di udara tidak seimbang.
d. Kaki kurang di angkat saat pendaratan.
e. Salah satu kaki mendahului saat melakukan pendaratan.

Kamis, 17 Mei 2012

lontar martil

clip_image002Nomor lontar martil berbeda dengan nomor lempar yang lain dari sisi alat dan teknik yang digunakan oleh pelontar untuk memperbesar jarak lontaran. Teknik modern untuk melontar martil masih dalam penelitian intensif. Teknik melontar yang saya gunakan telah dikembangkan dari hasil pengamatan pada pemegang rekor dunia yang sebelumnya, Jud Logan, clan Al Shoterman selama bertahun-tahun. Selain itu, juga saya kembangkan dari hasil pengalaman pribadi clan juga hasil dari lawatan bermacam­macam klinik Stewart Togher, seorang pelatih nasional Amerika Serikat, dan Yuriy Sedych, pemegang rekor dunia saat ini.

Posisi awal untuk lontar martil adalah pelontar memegang pegangan martil dengan tangan kiri, tangan kanan menutupi jari-jari tangan kiri (gambar 13.6). Tidak seperti pada lempar cakram ataupun tolak peluru, kaki kiri pada lontar martil berada pada posisi 0°. Lontar martil memaksimalkan untuk tetap berada di diameter lingkaran karena kaki kiri selalu menapak di tanah. Bahu pelontar berputar sekitar 15° ke kanan. Kaki dibuka dengan jarak sekitar 45 sampai 80 cmBe right back.

Putaran awal dengan posisi tubuh yang benar pada awal putaran merupakan langkah awal untuk mendapatkan kecepatan lontaran yang maksimal. Gerakannya meliputi lengan, batang tubuh, dan kaki. Gerakan martil berbentuk elips sempurna. Saat kedua tangan, dengan lengan lurus, bergerak dari kanan ke kiri terjadi juga perpindahan berat. Alur martil adalah digerakkan ke kiri dan kemudian ke atas. Siku menekuk saat martil mendekati posisi 75°. Ibu jari mengarah ke dahi, di luar bahu kanan. Di titik ini martil diambil clan diarahkan (gambar 13.7a). Gerakan ini berlanjut hingga dua sampai tiga putaran awal. Martil harus selalu dalam kedaan bergerak cepat.

Putaran awal berakhir saat badan terulur 90° ketika kedua kaki menempel di tanah. Gerakan ini menjadi tanda untuk memulai gerakan pertama (gambar. 13.7b). Pelontar mengarahkan pandangan ke arah martil sepanjang waktu ini. Pergelangan kaki kiri dikendorkan dan tumit menempel di tanah. Kaki kanan sejajar dengan kaki kiri dan pusat tekanan berada di kaki kanan.

Posisi martil pada 90° setinggi bahu, dengan lengan lurus dengan tanah dan lutut menekuk kira-kira 15°. Martil, tangan, kepala, lutut kiri dan kaki kiri berada dalam satu arah (gambar 13.7c). Posisi ini dinamakan fase dukungan ganda dan awal dari fase dukungan tunggal. Martil bergerak cepat di posisi 90° naik ke atas (gambar .13.7d).

Pelontar memiliki dua tujuan saat meng­gunakan fase dukungan tunggal (single-support phase), yaitu:

1. mengurangi kecepatan,

2. menjaga jarak.

Kesuksesan saat melontar martil ditentukan dari gerakan tubuh pelontar yang tepat saat melontar martil di jalurnya.

Saat tahapan dukungan tunggal, kecepatan putaran panggul harus melebihi kecepatan putaran bahu dan martil. Untuk melakukannya, kaki kanan dimajukan ke arah jalur lontaran. Kaki kiri menyentuh tanah dan beri tekanan pada bagian samping kaki hingga mencapai pusat kaki. Gerakan melengkung ini terns dilakukan hingga sampai pada posisi melontar. Kaki kanan tidak pernah melebihi bidang kiri. Di sinilah fase kedua dimulai dan martil, tangan, lutut kanan, serta kaki kanan melakukan putaran (13.7e).

Dari arah pandang 90°, pastikan bahwa kaki kanan berada tepat di belakang kaki kiri. Ini adalah posisi ideal, dinamakan under-turning (putaran ke dalam). Posisi kaki juga bisa sejajar. Posisi yang paling buruk adalah ketika kaki kanan berada di depan kaki kiri. Posisi ini dinamakan overturning (putaran keluar/ terbalik) (gambar 13.8). Patokan hitungan putaran adalah gerakan kaki kanan. Titik tertinggi dari martil adalah posisi 180°. jumlah putaran bisa tiga atau empat kali. Saat melakukan putaran keempat, awali dengan putaran jari kaki. Dalam setiap putaran, sudut lontaran akan meningkat saat jumlah jarak tiap-tiap putaran menurun. Gerakan terakhir tidak ber­beda dengan putaran-putaran sebelumnya, hanya lutut membentuk posisi 90°.

Anda mungkin bertanya, apa keunggulan melakukan putaran empat kali dibanding­kan dengan putaran sebanyak tiga kali? Jawabannya adalah putaran jari kaki yang benar untuk menurunkan kecepatan putaran pelontar martil lebih mudah untuk dilaksanakan. Pendapat sebaliknya adalah saat pelontar menggunakan tiga putaran, langkah awalnya harus cepat serta teknik dan ritmenya harus benar. Banyak pelatih yang mengatakan bahwa putaran keempat dapat meningkatkan kecepatan

clip_image002[6]clip_image002[8]

Rabu, 16 Mei 2012

Belum Pastikan Nama Atlet


PALEMBANG –RENANG INDONESIA - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI)  masih menunggu. Induk organisasi renang itu akan mengumumkan perenang, yang akan mewakili Indonesia pada ajang SEA Age Growth Swimming Championship pada  1-3 Juni 2012 di Jakabaring Aquatic Stadium mendatang, setelah berakhirnya  invitasi renang nasional yang digelar di Surabaya 18-20 Mei.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PRSI, Elvira Nasution, usai menggelar rapat bersama gubernur dan KONI Sumsel di Palembang, kemarin (16/5). “Kami belum memastikan sejauh ini siapa saja yang akan turun. Kami masih menunggu hasil dari invitasi (kejuaraan, red) nasional di Surabaya berakhir. Namun, kuota yang kita punya adalah sebanyak 25 perenang,” ujar mantan atlet renang nasional ini.
Invitasi renang nasional itu sendiri, lanjut Elvira, akan digelar pada 18-20 Mei. Meski hampir seluruh peserta, yang merupakan peserta dari negara di ASEAN, telah mendaftar, namun Elvira mengaku tak khawatir. “Kejuaraan tak akan terhambat oleh masalah ini karena kami lihat Sumsel telah begitu siap untuk menggelar kejuaraan berlevel internasional. Kami juga mendapat dukungan langsung dari gubernur. Artinya, tak ada masalah,” lanjutnya.
Elvira, yang telah tiga kali mengunjungi Palembang ini, juga mengungkapkan kekaguman atas Aquatic Stadium Jakabaring Sport City yang menjadi tempat pelaksanaan SEA Age Growth Swimming Championship. “Saya pernah kemari pada SEA Games XXVI lalu. Jakabaring Aquatic Stadium merupakan tempat yang layak dipilih untuk menggelar kejuaraan ini. Sekarang, kami juga meminta dukungan masyarakat untuk acara ini,” kata Ibu dari Nigel dan Nicole tersebut.
Sementara itu, Sekum PRSI Sumsel, Yohanes Indradjaja, melihat bahwa kesiapan dari panitia lokal sejauh ini tidak ada hambatan. “Kami bersama pengurus pusat baru saja menggelar rapat untuk membahas kesiapan penyelenggaraan. Secara keseluruhan, kami siap dan akan menggelar kejuaraan internasional ini dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
SEA Age Growth Swimming Championship dijadwalkan akan diikuti oleh 11 negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam kejuaraan tersebut, akan dipertandingkan sebanyak empat kategori umur, yaitu di bawah 12 tahun, 13-14 tahun, 15-17 tahun, dan di atas 17 tahun yang juga merupakan kategori terbuka. (SUMATERA EXPRES)

Selasa, 15 Mei 2012

Glenn Victor Harus Kejar 1,29 Detik


Glenn Victor

JAKARTA, - RENANG INDONESIA - Tim nasional renang menerapkan  latihan berbeda bagi keempat atlet yang sudah lolos limit B agar dapat lolos limit A olimpiade. Perenang senior Glenn Victor Sutanto menjadi andalan Indonesia untuk lolos dari limit A, karena catatan waktu terakhirnya hanya terpaut 1,29 detik batas waktu yang ditentukan itu.
"Catatan waktu Glenn di Malaysia Terbuka awal Mei lalu adalah 53,65 detik, di nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Catatan waktu itu terpaut 1,29 detik dari limit A olimpiade, 52,36 detik," kata Hartadi Nurtjojo, kepala pelatih timnas renang Indonesia, Selasa (15/5/2012) di Jakarta.
Selain Glenn, tiga perenang yang sudah lolos limit B olimpiade dan harus berjuang untuk lolos dari limit A adalah I Gede Siman Sudartawa (100 dan 200 meter gaya punggung), Triadi Fauzi (200 meter gaya kupu-kupu), dan Indra Gunawan (100 meter gaya dada).
Menurut Hartadi, evaluasi dari beberapa kejuaraan yang diikuti menunjukkan, setiap perenang mempunyai kelemahan yang harus dihilangkan dengan latihan intensif sebelum Kejuaraan Renang Asia Tenggara, pertengahan Juni nanti. Kejuaraan itu menjadi ajang terakhir untuk lolos dari limit A olimpiade.
Glenn, misalnya, masih lemah dalam pembalikan dan pemulihan yang agak lama. Siman masih lemah dalam ketahanan dan semangatnya harus dibangkitkan lagi seperti saat SEA Games. Triadi harus mengembalikan kekuatan fisik. Indra ketahanannya  harus ditingkatkan dan gerakan kakinya harus disesuaikan dengan irama gaya dada.
"Secara umum, kami melakukan latihan renang di pagi dan sore hari selama masing-masing dua jam. Latihan fisik juga diberikan empat kali seminggu. Latihan bagi setiap perenang berbeda, disesuaikan kebutuhan masing-masing," tutur Hartadi.
Berdasarkan data, catatan waktu Triadi di Malaysia Terbuka masih terpaut 5,14 detik dari limit A. Siman terpaut 2,01 detik di nomor 100 meter dan 7,71 detik di nomor 200 meter gaya punggung. Sedangkan, Indra terpaut 3,5 detik dari limit A. Dengan waktu latihan yang tersisa, agak sulit bagi mereka bertiga untuk lolos dari limit A. (KOMPAS.com) 
◄ New Post Old Post ►
 

Copyright 2012 Info Dunia Olahraga Template by Bamz | Publish on Bamz Templates