Sabtu, 12 Januari 2013

Renang DKI Antisipasi Jual Beli Atlet


Pengprov PRSI DKI Jakarta akan berusaha mencari cara untuk mencegah terjadinya kekisruhan dalam soal proses perpindahan atlet renang antardaerah.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum PB Pengrov PRSI DKI, Lukman Niode saat berlangsungnya kejuaraan renang daerah provinsi DKI Jakarta, pekan lalu. Luki- panggilan Lukman mengungkap hal ini saat disinggung soal kisruh perpindahan perenang nasional I Gede Siman Sudartawa yang melibatkan dua provinsi Bali yang merasa telah membina Siman dan Riau yang telah mengikat Siman dalam kontrak menghadapi PON XVIII 2012.

"Untung saja sudah selesai. Tetapi memang sebaiknya kita memiliki rambu-rambu berbentuk peraturan, undang-undnag atau komitmen atau apa lah yang  bisa menyadarkan bahwa hal seperti itu sebaiknya tidak terjadi," kata Lukman, mantan perenang nasional ini.

Perpindahan atlet renang antardaerah memang kerap terjadi, apalagi menjelang pesta olah raga besar antardaerah seperti Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang berlangsung empat tahun sekali. Daerah-daerah yang kekurangan atlet di daerahnya kemudian mencari atlet andal di daerah lain. Karena peraturan menyebut atlet setiap daerah dapat memperkuat daerah yang bersangkutan di PON apabila telah berdomisili di daerah tersebut sedikitnya dua tahun.

"Karena itu, kami menganggap, masa-masa pasca PON menjadi masa yang krusial bagi daerah-daerah yang memiliki perenang potensial, bukan hanya DKI," kata Luki. "Sering terjadi, atlet renang DKI yang telah menjadi anggota Pelatda dan mendapat fasilitas seperti tempat latihan, allowance mau pun asuransi kesehatan, tiba-tiba loncat  ke daerah lain. Kami kanjadi sulit menjelaskan ini kepada pihak KONI Daerah," lanjut Luki lagi.

Namun ia mengakui hal ini memang sulit dicegah. "Memang sulit karena ini kan berkaitan dengan hak asasi setiap warganegara untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. apalagi kalau itu memang bisa diberikan oleh daerah lainnya," ujarnya.

"Kita memang belum dapat berbuat apa-apa karena peraturan yang jelas mengenai masalah ini belum ada, kecuali soal minimum domisili menjelang PON tersebut. Namun yang kita tahu, bagaimana pun perpindahan itu pasti diketahui pelatih atau pembina atlet yang bersangkutan," katanya

Karena itu Lukman mengimbau pembina renang yang berdomisili di DKI untuk juga mengedepankan kepentingan daerah. "Ini juga mungkin berlaku buat daerah lainnya. Bagaimana pun kita tinggal di sini, mungkin memiliki KTP sini, menggunakan semua fasilitas yang diberikan pemerintah provinsi. Kalau bisa setidaknya berbicara dengan pihak Pengprov," kata Luki lagi.

Kejelasan soal perpindahan atlet ini menurut Luki menjadi lebih penting mengingat organisasi juga memiliki kewajiban pembinaan.  Saat ini Pengprov DKI membawahi sekitar 25 perkumpulan renang dengan ratusan bahkan ribuan atlet renang usia muda. "Bagaimana pun atlet-atlet itu -baik pelatih mau pun orang tua- memiliki keinginan anaknya mencapai jenjang setinggi mungkin sebagai result dari usaha kerasnya bertahun-tahun berlatih di DKI," katanya.
Dengan program pembinaan yang baik, potensi  atlet-atlet renang itu akan meningkat dari setiap kelompok usianya. "Karena itulah ada kejuaraan renang pemula dan kelompok umur agar potensi anak yang tekun sebagai calon atlet menjadi terus terasah dan meningkat. Sebenarnya setiap naik kelompok umur, sudah semakin terlihat kok perenang yang berpotensi. Jarang ada yang muncul tiba-tiba"

Menurut Luki, pihaknya mengerti apabila ada atlet-atlet binaan DKI yang kecewa dengan fakta semakin ketatnya persaingan dengan adanya atlet-atlet pindahan luar daerah. "Tentunya tidak mungkin melakukan semacam kebijakan proteksi atau menghalangi perenang luar masuk DKI karena masalah hak asasi tadi. Apalagi intinya renang kanolah raga  kompetitif untuk memilih yang benar-benar terbaik, bukan karbitan," katanya.

"Perpindahan atlet kanjuga ada masa adaptasinya. Saat ini, yang bisa kita lakukan hanyalah menjamin agar persaingan itu berjalan dengan fair, tanpa ada campur tangan di luar kolam. Bagaimana pun renang ini kanolah raga terukur dan semua result seharusnya bisa dipertanggungjawabkan. Kita mungkin bisa saja mengakali di sini, tapi bagaimana nanti kalau atlet tersebut berlomba  di luar daerah, atau bahkan luar negeri yang pengawasannya jauh lebih ketat?"

Namun Luki mengakui proses perpindahan atlet ini kadangkala memang sulit diantispasi. "Biasanya pada masa-masa saat pergantian pengurus Pengprov, banyak terjadi perpindahan atlet renang antardaerah. Yang sudah-sudah begitu ada ekses, yang dirugikan tentunya si atlet dan mereka akan sulit bila meminta bantuan dari Pengprov yang baru." (kompas.com)

Jumat, 11 Januari 2013

Kejurprov Renang DKI Ditandai Tajamnya Limit


JAKARTA, - Kejuaraan renang daerah Provinsi DKI, 29-31 Maret 2012 ditandai dengan limit yang tajam untuk lolos ke Kejurnas 2012.

Kejurprov DKI 2012 yang berlangsung di Stadion Renang Gelora Bung Karno ini diselenggarakan Perkumpulan Renang Millenium Aquatic. Kejuaraan ini diikuti atlet dari 24 perkumpulan renang yang berada di bawah PRSI Pengprov DKI Jakarta dan ditambah peserta sparring dari daerah termasuk perenang-perenang nasional seperti I Gde Siman Sudartawa.

Sayangnya, selama dua hari awal penyelenggaraan (29-30 Maret) situasi di sekitar kompleks olah raga Gelora Bung Karno memang dicekam dengan situasi unjuk rasa yang mengarah ke kompleks DPR/MPR yang ada di seberang kompleks GBK.

Ajang kejurprov KU DKI 2012 ini memang menjadi dasar pembentukan tim Renang DKI ke kejurnas Kelompok Umur yang akan berlangsung di Riau, Mei mendatang. Mereka yang lolos adalah yang menempati peringkat satu ajang kejurprov ini dan lolos limit A.

Meski begitu menurut ketua umum Pengprov DKI, Lukman Niode, buat para perenang yang sudah masuk Pelatda DKI  ajang ini tidak menjadi satu-satunya syarat ke kejurnas  mengingat mereka baru saja tampil di Singapore Open, 13-17 Maret lalu. "Kalau mereka tampil maksimal di Singapura, tentunya mereka masih capek," kata Lukman di sela-sela kejurprov.

Tajamnya limit A yang merupakan prasyarat perenang DKI untuk mengikuti kejurnas renang Kelompuk Umur di Riau, Mei mendatang memang menjadi kendala para perenang tampil maksimal. Dari 122 event, "hanya" 17 atlet yang berhasil menembus limit.

Dengan kesulitan ini, tak heran terjadi beberapa hal yang dianggap kejanggalan oleh atlet peserta. Seperti adanya keputusan diskualifikasi terhadap atlet renang. Ketua perlombaan, Fajar Vidya Hartono mengakui mereka kekurangan alat bukti apabila ada protes soal diskualifikasi terhadap atlet renang ini.

Seperti yang terjadi pada nomor 200 meter gayakupu-kupu putera KU II. Pemenang pertama yang mencatat waktu yang melewati limit A dinyatakan diskualifikasi. Akibatnya hasil ini menguntungkan pemenang kedua yang juga lolos limit A.

Namun Fajar Vidya Hartono selaku ketua lomba maupun juri gaya yang bertugas tidak siap menjelaskan kesalahan yang dilakukan atlet renang pemenang lomba. Ada perbedaan pandangan terhadap kesalahan yang dilakukan. "Memang sulit untuk membuktikan karena tidak ada rekaman gambar dan kita hanya bergantung kepada laporan juri gaya," kata Fajar.

Sementara kerap terjadinya perubahan acara dan posisi atlet karena adanya penggabungan nomor acara perlombaan tidak dapat segera dipahami oleh peserta lomba. Protes terhadap keputusan panitia lomba dapat dilakukan 30 menit setelah lomba dengan membayar Rp 500 ribu.

Berikut nama-nama atlet renang terbaik Kejurprov DKI 2012:
Kelompok Umur IV:
Putera: Marius Floyd (Pari Sakti/PS)
Puteri: Laila Siti Aminah (ISA)

Kelompok Umur III:
Putera: Alvin Purwandha (PS)
Puteri: Audree K. Hartono (Almagary CS)

Kelompok Umur II:
Putera: Adityastha Rai Wratsangka (JakartaQuatics Antasena Swimming/JAQ)
Puteri: Joanita Mutiara Hapsari (Millenium Aquatics/MNA)

Kelompok umur I:
Putera: Alexis Wijaya Ohmar (MNA)
Puteri: Claudia Ajeng Savitri (JAQ)

Senior:
Putera: Guntur Pratama Putera (MNA)
Puteri: Kathriana Mela (MNA)

(Kompas.com) 

Kamis, 10 Januari 2013

Japan Swim: Natsumi Hoshi Rattles Textile Best; Aya Terakawa Sets National Record; Takeshi Matsuda, Ryo Tateishi Post World Bests


TOKYO, Japan, MAJALAH AKUATIK INDONESIA. THE Japan Swim is getting increasingly faster with swimmers jumping to the top of the world rankings on a regular basis during the midway mark of what is serving as the Japanese Olympic Trials.

According to Swimming World Japanese correspondent Hideki Mochizuki, Japanis utilizing a different qualifying standard instead of the FINA A and B cut times. This much-faster cut will be applied by Japanin a similar fashion to the FINA A cut, where Japan will only select two swimmers if they both clock a faster time than the cut.

FINALS 

Women's 100 back
Cut: 1:00.48
Aya Terakawa clipped her national record in the event with a 59.10 for the win. That swim bypassed her time of 59.13 set at the Japanese Sports Festival in 2010, and qualified her for the Olympics. It also jumped her to the top of the world, ahead of Emily Seebohm's previous pacesetter of 59.28 from Australian Trials last month.

Shiho Sakai pipped Noriko Inada for second, 1:00.50 to 1:00.57, with both missing the Japanese Olympic cut. Both times, however, are faster than the FINA A cut of 1:00.82, leaving Japanthe out to select a second swimmer if they choose to do so at a later date. Japan, however, has been pretty up front about sticking to its faster cuts for selection. Japan may also be able to use Sakai's semifinal time of 1:00.45 to determine her qualification, as it was faster than the internal standard.

Inada, 34, had been looking for a Cinderella story as a Masters swimmer based at Phoenix Swim Club, but swam slower than her third-seeded 1:00.55 from semis.

Miyuki Takemura (1:01.56), Eri Tabei (1:01.63), Mai Harada (1:01.82), Maho Tsujimoto (1:02.50) and Emi Moronuki (1:02.68) completed the top eight in the finale.

Women's 200 fly
Cut: 2:07.77
Natsumi Hoshi rattled the textile best in the distance fly with a scorching time of 2:04.69. That swim crushed her previous Japanese record of 2:05.91 set at the 2011 World Championships, and closed the distance with Liu Zige's textile best of 2:04.40 set last year in Wuhan, China. Incidentally, she blew past Ellen Gandy's world-leading 2:05.95 from February, en route to making the Olympic squad as a gold medal contender.

Hoshi had open water throughout the swim, as Masami Uchikoshi finished a distant second in 2:09.24, missing both the Japanese cut and the FINA A cut to give Japan just one swimmer in the event in London. Yuka Kato (2:09.57), Hiroko Sugino (2:10.51), Jurina Shiga (2:11.70), Kei Hoshiba (2:11.83), Ayana Miwa (2:11.91) and Nao Kobayashi (2:12.65) rounded out the championship heat.

Women's 200 IM
Cut: 2:12.41
The Japanese cut claimed yet another victim as second-place finisher Miho Teramura posted a 2:12.95 to better the FINA A cut (2:13.36), but fall short of Japan's faster internal standard. Izumi Kato made the Olympic squad with a 2:11.79 to move into the top 10 in the world this year.

Emu Higuchi (2:13.81), Asami Kitagawa (2:13.82), Miyu Ohtsuka (2:13.90), Tomoyo Fukuda (2:14.13), Miho Takahashi (2:15.55) and Yuka Kawano (2:15.95) also vied for Olympic spots in the finale.

SEMIFINALS
Men's 100 free
Cut: 48.28
Takuro Fujii cruised to the top spot in semis with a 49.12, but still has nearly a second to cut to make the Olympic squad due to Japan's extra-difficult qualifying mark. His time pushed him into the top 20. Shinri Shioura (49.72), Kazuki Nagura (49.90), Ranmaru Harada (49.91) and Katsumi Nakamura (49.95) cleared 50 seconds as well to qualify second through fifth. Kenji Kobase (50.08), Yuki Kawachi (50.21) and Takayuki Minari (50.22) also made the finale.

Women's 100 free
Cut: 54.07
Yayoi Matsumoto just missed the Japanese record of 54.33 with a strong time of 54.37 in the semifinal. In one of the events where the Japanese qualifying mark is faster than the national record, Matsumoto still has some work to do. Matsumoto moved up to 18th in the world rankings with the swim. Haruka Ueda (54.55), Hanae Ito (55.18), Natsuki Hasegawa (55.58), Mao Kawakami (55.58), Miki Uchida (55.62), Tomoko Hagiwara (55.99) and Misaki Yamaguchi (56.03) earned the other transfer spots into the finale.

Men's 200 fly
Cut: 1:55.65
After cruising into semis a day after making the Olympic squad in the men's 200 free, Takeshi Matsuda threw down a 1:54.19 in the distance fly semis for the top seed. That time is the fastest in the world this year, and is well under the Japanese Olympic cut. The previous top time in the world had been a 1:54.71 by Nick D'Arcy from Australian Trials last month. In the finals, he could challenge for his national record of 1:52.97 from the 2008 Beijing Olympics.

Hidemasa Sano is within striking distance of the Japanese cut with a second-seeded 1:55.90, while Ryusuke Sakata could also vie for a spot on the team with a third-seeded 1:56.00. Kazuya Kaneda (1:56.48), Kenta Hirai (1:56.78), Yuki Kobori (1:57.19), Yuta Kimura (1:57.23) and Takuya Nozawa (1:57.29) picked up spots in the championship heat as well.

Men's 200 breast
Cut: 2:10.27
Ryo Tateishi rolled to the top seed with a 2:09.02, while Kosuke Kitajima kept on the path to defending his back-to-back Olympic gold medals in the event with a second-seeded 2:09.25. The two times are at the top of the world rankings this year. Akihiro Yamaguchi took third in semis with a 2:10.41 to move into the top 10, while Kazuki Ohtsuka finished fourth in 2:10.77 for the top 10 as well. Yukihiro Takahashi (2:11.67), Yuki Sato (2:11.80), Naoya Tomita (2:11.92) and Keisuke Matsushima (2:12.56) completed the top eight finishers moving to the championships heat. (swimmingworldmagazine)

Selasa, 08 Januari 2013

Hasil Singapura Open Sangat Memuaskan


BANDUNG- MAJALAH RENANG INDONESIA - Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Bara patut bergembira, pasalnya para atlet renang andalan Jawa Barat telah memperlihatkan perkembangan hasil latihannya di Singapore Open lalu. Salah satu atletnya bisa mencapai best time dan yang lainnya 99% sudah bisa mendekati best time.

Ketua Komisi Teknis (Komtek) Renang Jawa Barat, Nizarudin menilai para perenang Jawa barat sudah memprlihatkan perkembangan kualitas performa mereka. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya para atlet sudah bisa mencapai best time atas nama Monalisa dan atlet lainnya sudah mencapai 99% mendekati best time performance pada Kejuaraan Singapore Open.

“Hasil di Singpore Open sanagt memuaskan, Monalisa bisa mencapai best time, dan atlet yang lain seperti Idam dan Rena mendekati best time, dan memperlihatkan prestasi yang gemilang di sana,” ungkap Nizarudin kepada HATTRICK kemarin.

Menurutnya kejuaraan tersebut merupakan salah satu rangkaian program try out untuk cabang olahraga renang bagi para atlet pelatda Jabar yang sudah melakukan sentralisasi. Pada kejuaraan Singapore Open Jawa barat berhasil mendulang 3 medali emas, empat perak, dan dua perunggu.

“Alhamdulillah selain mencapai best time kita bisa meraih 3 medali emas, empat perak, dan dua perunggu. Ini merupakan hasil yang cukup memuaskan evaluasi dari hasil latihan selama ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini tim pelatih renang atlet Pelatda Jabar sudah mempersiapkan program pemusatan latihan yang akan di fokuskan pada bulan April mendatang.

Saat ini latihan untuk para atlet renang kontingen Jabar masih melakukan latihan general stelah melakukan evaluasi hasil try out di Singapure open lalu.

“Saat ini latihan masih general setelah kemarin kita try out Singapore open, dan mulai April kami akan fokuskan lagi untuk lpemusatan latihan persiapan PON Riau nanti,” kata Nizarudin, sesaat setelah melakukan latihan kemarin.

Begitu juga dengan mental para perenang Jabar, menurut Nizarudin sudah terlihat banyak peningkatan. Dan untuk PON XVIII mendatang dirinya optimis untuk bisa mendulang emas sebanyak-banyaknya.

Pada laga PON mendatang, Pengda PRSI Jabar berharap bisa membuat sejarah dengan menorehkan paling sedikit 15 medali, bahkan atletnya dituntut bisa meraih lebih dari 20 medali.

Menurut Nizar, perenang-perenang Jabar sangat mendominasi persaingan karena sebagian besar atlet pelatda Jabar adalah atlet nasional, sehingga Jabar menjadi incaran dari setiap daerah.
(okezone)

Chinese Long Course Nationals: Wu Peng Tops 200 IM; Sun Yang Cruises 800 Free


SHAOXING, China, MAJALAH AKUATIK INDONESIA. THE Chinese Long Course Nationals moved forward through a fourth day of action as some surprising finishes occurred throughout the night.

Wu Peng captured the national title in the men's 200 IM with a time of 1:59.50 to clear the FINA A cut of 2:00.17. Yang Zhihe, meanwhile, took second in 1:59.83 to also make the Olympic squad in the event. Wang Shun wound up third in 2:00.59.

2011 World bronze medalist Lu Ying clinched the women's 100 fly title in 57.48 to make the Olympic roster and move into the top five in the world in the event. Jiao Liuyang touched second in 57.80 for the second Olympic roster spot on the team, while Beijinggold medalist in the 200 fly Liu Zige faded to third in 57.85 outside of guaranteed selection for the Olympic team. 

Fu Yuanhui scored an upset in the women's 100 back with a 59.99, becoming the eighth woman under 1:00 this year. Veterans Gao Chang (1:00.68) and Zhou Yanxin (1:00.80) took second and third, while 2011 world titlist Zhao Jing fell well back with a fifth-place 1:01.27 citing a fever as the reason for her finish. The FINA A cut in the event is 1:00.82, with the top three swimmers all clearing the mark. While Fu and Gao are likely safe to make the team, Chinahas reserved the right to submit its Olympic roster also based on prior history and not just a single Trials.

Zhou Jiawei topped the men's 100 fly in 52.26, edging the FINA A cut in the event for a spot on the Olympic roster. Chen Weiwu (52.51) and Zhang Qibin (52.56) finished second and third in the finale.

Sun Yang cruised home with an easy-speed 7:47.11 to win the men's 800 free. With the event being a non-Olympic distance, he led Wang Kechang by more than 13 seconds for the win while expending the least amount of effort. Sun's performance easily led the world this year, clearing Gregorio Paltrinieri's previous pacesetter of 7:51.97 from Italy last month. Wang took second in 8:00.28, while Zhang Yunxiang finished third in 8:04.94.

Sun told reporters after the swim that he was focusing on the 200 and 400 freestyle events this meet, and would treat his 1500 free swim on April 7 as just a training effort.

Liu Xiaoyu claimed the women's 50 breast title in 31.39, while He Yun (31.7) and Suo Ran (31.78) placed second and third. (swimmingworldmagazine) 

Sabtu, 05 Januari 2013

Relakan Atlet Puslatda Bela Daerahnya


SURABAYA – MAJALAH RENANG INDONESIA - Puslatda renang Jatim tak masalah bila programnya harus terhenti selama 3 hari saat penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) renang Jawa Timur 7-9 April mendatang di Surabaya. Pasalnya atlet-atlet yang saat ini menghuni Puslatda proyeksi PON bakal memperkuat daerahnya masing-masing di Kejurda tersebut.
Ada 11 atlet dari 15 atlet lolos PON by name yang menghuni mess Puslatda sejak awal Maret lalu dan mengikuti serangkaian latihan rutin di bawah asuhan tangan dingin pelatih China, Yu Qiu Sheng di kolam renang KONI Jatim. Sementara 2 atlet lainnya sedang menjalani latihan di Singapura, 1 atlet fokus latihan di Jakartadan 1 atlet lagi belum pasti memperkuat renang Jatim.
Bila mereka benar-benar diminta daerah asalnya untuk memperkuat di Kejurda nanti, Puslatda Jatim bakal merelakannya. Hal tersebut diungkapkan oleh manajer Puslatda, Reswanda T Ade.Ia mempersilahkan atlet Puslatda untuk turun pada Kejurda mendatang.
“Kita akan relakan anak-anak ikut membela klubnya masing-masing. Selama ini memang merekalah yang selalu menjadi andalan masing-masing daerahnya. Jika mereka absen bisa memungkinkan medali bagi daerahnya akan berkurang. Jadi kita tidak masalah bila PRSI daerah akan menariknya,” ujarnya kemarin.
Mengenai program Puslatda yang bakal terhenti, Reswanda menganggap hal itu tidaklah masalah, justru lewat Kejurda nanti atlet Puslatdanya akan dipantau sejauh mana hasil yang didapatkan dari latihan pemusatan latihan selama ini.
“Jika anak-anak turun di Kejurda, maka kita bisa manfaatkan ajang ini untuk memantau sejauh mana hasil latihan yang telah dijalani mereka. Latihan untuk sementara break, bila eventnya usai, kita lanjutkan kembali, ” tambah Reswanda yang juga menjabat wakil sekretaris PRSI Jatim ini.
Memang sebelum masuk Puslatda, para perenang yang bakal mengharumkan nama Jatim di PON 2012 tersebut merupakan yang terbaik dari masing-masing klubnya. Hal itu bisa dilihat pada prestasi mereka di KRAPDA 2011 maupun KRAPSI 2011 lalu. Di antara mereka adalah 4 atlet berasal dari kabupaten Gresik yakni Nurul Fajar Fitriati, Dian Reza, Yesika dan Fibriani Ratna. Tiga atlet dari kota Surabaya, Suharyono Yacob, Erlina Yacob dan Diki Limato. Dua atlet dari Malang, Iffi Nadya dan Goldelanof. Satu atlet dari Sidoarjo, Olivia Fernandez dan satu dari Blitar Afi Noviandari.(surabayapost) 

Kamis, 03 Januari 2013

Chinese Long Course Nationals: Sun Yang Claims 200 Free; Liu Zige Misses 200 Fly Olympic Bid


SHAOXING, China, MAJALAH RENANG INDONESIA. SUN Yang continued to put up big times at the Chinese Long Course Nationals, which is part of China's Olympic selection process. Meanwhile, reigning women's 200 fly Olympic gold medalist Liu Zige looks to be on the outside looking in to defend her championship after a third-place finish. 

Sun claimed the men's 200 free title in the finale with a 1:46.05, easily making the Olympic squad in the event and moving to fourth in the world in the process. Only Yannick Agnel (1:44.42), Michael Phelps (1:45.69) and Takeshi Matsuda (1:45.96) have been faster this year. Hao Yun placed second in 1:47.08 for 10th in the world, while Li Yunqi picked up third in 1:48.17. 

Zhang Lin, who prior to Sun having his breakthrough in the distance freestyle events this past year had been China's golden child with a silver medal in the men's 400 free at the 2008 Beijing Olympics, missed out on another chance to represent his native land by missing the men's 200 free finale. Zhang also became the first Chinese world titlist in 73 years when he won the men's 800 free at the 2009 World Championships during the techsuit era. 


Earlier in this week's meet, Zhang missed the 400 free Olympic berth with a fourth-place finish. Today, he wound up 10th overall in the 200 free with a 1:49.89 to miss the finale. His final chance to make the team will be in the men's 1500 free this weekend. 

The local media has been all over Zhang's tribulations at this meet, questioning whether his training in the U.S. with the Trojan Swim Club has adversely impacted his ability in the water. 

In an exciting finish, Jiao Liuyang clipped Gong Jie, 2:05.18 to 2:05.38, in the women's 200 fly as the two moved to second and third in the world behind Natsumi Hoshi's 2:04.69 from Japanthis week. Both are now in line for Olympic berths, as reigning Olympic gold medalist and world-record holder Liu Zige fell to a surprising third-place finish with a 2:07.37. China, however, has a much longer selection process than just a single meet, and could potentially find a way to put Liu on the team going forward. If not, the reigning champion in the event will be watching Olympic prelims from the sidelines. 

Yang Zhixian earned the men's 400 IM crown with a time of 4:11.92 to move to fourth in the world rankings, and claim a spot on the Olympic roster. Kosuke Hagino (4:10.26), Yuya Horihata (4:10.52), Thomas Fraser-Holmes (4:11.81) are the only swimmers faster this year. Wang Chengxiang placed second in 4:12.02 to move to fifth in the world, while Huang Chaosheng earned third in 4:17.47. 

Li Xuanxu shot to the top of the world rankings in the non-Olympic distance women's 1500 free with a 16:09.55. That swim blasted the previous bellwether mark of 16:16.74 set by Lotte Friis last month in Denmark. Zhou Lili placed second in 16:12.15 for second in the world rankings, while Xin Xin took third in 16:13.57, now the third-best in the world. 

A day after clearing 1:00 to win the women's 100 back, Fu Yuanhui continued her strong meet with a 27.95 to win the women's 50 back and move to third in the world. Rachel Bootsma (27.84) and Emily Seebohm (27.90) are the two swimmers faster than her thus far this year. Gao Chang took second in 28.07 for sixth in the world, while Xu Tianglongzi wound up third in 28.45. 

Li Xiayan claimed the men's 50 breast title in 27.82 for fifth in the world, while Gu Biaorong (28.26) and Ma Xiang (28.50) rounded out the top three in the sprint breaststroke event. 

Guangzhou won the women's 400 medley relay with a 4:04.91, while Chinese Navy (4:09.55) and Guangdong (4:09.55) took second and third

(smimimingworldmagazine)
◄ New Post Old Post ►
 

Copyright 2012 Info Dunia Olahraga Template by Bamz | Publish on Bamz Templates