Tampilkan postingan dengan label out door education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label out door education. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

cara packing di tas carrier

Kenyamanan dan efisiensi dalam perjalanan selain secara langsung ditentukan oleh design ransel, juga banyak dipengaruhi oleh bagaimana cara kita menyusun barang ke dalam ransel. Adapun yang menjadi dasar penyusunan barang ke dalam ransel (packing) adalah keseimbangan. Bagaimana anda mengatur berat beban pada tubuh sedemikian rupa pada kaki dapat bekerja efisien. Dalam batas-batas tertentu frame yang dimiliki ransel dapat memberikan kenyamanan. Namun, bagaimanapun juga baiknya design ransel yang kita miliki akan sedikit artinya jika kita tidak mampu melakukan packing yang baik
Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah:
a. Pada saat back pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, mengapa beban harus jatuh ke pundak? Ini disebabkan dalam melakukan perjalanan (misalnya pendakian) kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang.

Ingat: letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.
b. Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak. Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur yang berbahaya yang membutuhkan keseimbangan, seperti: meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan di bibir jurang, dan keadaan lainnya.

Adapun cara melakukan packing yang baik sebagai berikut:
1. Tempatkanlah barang-barang yang lebih berat dan barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin dengan tubuh dan mudah diambil.
2. Barang-barang yang lebih ringan ditempatkan di bagian bawah (sleeping bag, pakaian, dll).
3. Hindarkan menggantungkan barang-barang di luar carriel, karena barang yang di luar akan mengganggu perjalanan anda akibat tersangkut-sangkut dan terkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking dalam carriel.
4. Maksimalkan tempat yang ada, misalkan nesting (panci serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carriel, isikan bahan makanan ke dalamnya, misal: beras, telur.
5. Letakkan barang-barang yang sewaktu-waktu diperlukan pada bagian atas atau pada kantong luar ransel (ponco, p3k, dll).
6. Kelompokan barang-barang sesuai dengan jenisnya lalu tempatkan dalam satu kantong untuk mempermudah pengorganisasiannya, misal: alat mandi ditempatkan dalam satu kantong plastik.
7. Masukkan ke dalam kantong plastik yang tidak tembus air (terutama pakaian tidur, cadangan pakaian, buku, kertas, dll).
8. Buat checklist barang-barang tersebut.

Jumat, 22 April 2011

Bagaimana Cara Mendaki Gunung

image Pendakian dimulai melalui padang rumpus atau hutan, tetapi harus tetap pada jalur (jalan) menuju puncak gunung. Pendakian semacam ini tidak membutuhkan peralatan
khusus, hanya membutuhkan fisik yang prima, namun harus membawa perlengkapan bantuan pertama seperti pakaian dingin dan makanan tambahan.
Tapi mungkin setelah melalui jalan tersebut terdapat karang curam, yang kelihatannya gampang
untuk ditempuh dan hanya sesekali menggunakan Langan yang disebut dengan Grade I. setelah itu
terdapat karang yang lebih curam (Grade II dan 111). Di sim para pemanjat harus menggunakan
tali bersama-sama, karena bila satu yang terpeleset, maka yang lainnya dapat menghalanginya terjatuh.
Jika karang lebih curam lagi dan lebih berbahaya (Grade IV dan V) semua pendaki sebaiknya
Pada pendaki dapat melakukan pemanjatan vertikal sempurna, atau bergantung pada karang hal _
walaupun tanpa jalan sekitarnya. Cara ini harus mempunyai perstapan yang matang untuk suatu larr. -
jenis pemanjatan yang dikembangkan pada abad ke-20, seperti artifical dan tension climbing. Pimpinan dar
akan membuat tangga dari piton. pemanjat yang berada di bawah menjaga (hold) pirnpinan dari (Se: ujung piton sementara la menancapkan satu lag[ di atasnya dan pemanjat dapat berdiri pada pern9ak kaki yang bergancu (strub hooeg) clikaftkan ke piton dan dapat menggunakan tangga portable yang pendek untuk memanjat lebih tinggi.
Setelah berhadapan dengan karang, kalau terdapat es dar[ salju, pendaki dapat membuat tempat pijakan dengan menggunakan kepah es. Setiap pendaki harus membawa kerangka baja dengan paku (spike) yang tajam yang disebut Crampons (piringan besi dan paku), menglkatkan kerangka tersebut ke boot. Dengan dernil6an pemanjat dapat berjalan mendaki walaupun pada kerniringan 40 derajat tanpa tergAncir. Pendakian merupakan olahraga yang beresiko tinggi dan keberhasilan rnenakluld<an suatu puncak merupakan tugu kebanggaan.
3. Membaca Peta dan Menggunakan Kompas
Selembar peta dapat dikatakan paspor untuk memasuki daerah barn. Dengan peta kita akan menemukan jalan, merriotong bukit, atau bahkan melintasi dunia. Peta juga dapat bercerita pada kita tentang tempat yang dimaksud seperti daratan tinggi, tanah miring atau datar, rawa, berbukit­bukit dan sebagainya. Peta juga berpesan dalam member[ petunjuk di mana penduduk bermukim, ke mana mereka dapat berpergian melalui jalan setapalK, jalan desa, jalan besar, atau jalan kereta api.
Pada saat kita melIL111S perjalanan, peta merupakan teman dekat. Perin mcmpela)'arl dan membandingkan tanda-tanda di peta itu dengan keadaan sebenarnya yang arch perjalanannya sedang dlikuti dan dijalani. Peta akan berbicara banyak tentang keadaan daerah sekitar kita, termasuk yang tidak kelihatan karena terhalang bukit atau karena jangkauan penglihatan tidak sampai.
a. Skala dan jarak
Skala peta adalah perbandingan antara suatu jarak terukur di antara dua tltllc pada peta dengan jarak sebenarnya di antara dua titik yang sama di bumf. Ada tiga cara yang lazim digunakan dalam memberi Skala peta, yaitu:
1) Dalam tulisan: misalnya 2 sentimeter berarti 1 kilometer.
2) Gambaran perbandingan, tertulis: 1 : 50.000, berarti 1 cm = 50.000 cm atau 1 cm = 500 m. Dalarn bahasa acing cara ini disebut Representative Fraction (RF).
3) Skala garis. Membuat skala garis dari unk 0 ke kanan (bagian satu) dengan ukuran km clan mil, dan dari titik 0 ke kiri (bagian dua) dengan ukuran 100 meteran dan sepersepuluh mil. Lebih kecil angka di belakang 1 dari cara gambaran perbandingan (RF) berarti lebih besar skala peta, berarti pula bagian-bagian terperinci akan lebih nyata (Seperti terlihat pada gambar berikut ini).
jarak secara garis lures antara titik satu ke tink lain di peta dapat diukur dengan penggaris atau jangka. Kemudian jarak peta dapat clibandingkan dengan skala garis untuk mendapatkan jarak sebenarnya di atas bumf. RF dapat juga digunakan untuk menghitung ukuran peta ke ukuran sebenarnya di burnt. Sebagai contoh, jarak antara 2 tempat di atas peta ketika diukur dengan penggaris/jangka 9,2 cm, sedangkan RF peta tertulis 1 : 50.000, maka jarak sebenarnya di atas bumf antara dua tempat itu adalah 9,2 x 50.000 cm = 4,6 km.
b. Lambang
Banyak bagian-bagian pada peta tidak tampak jelas clan dapat diukur dengan skala. Sebagai contoh, bila jalan di gambar dalam ukuran lebar yang sebenarnya menurut skala, pasti akan terlampau halus/tIpis dan sulit dilthat di peta. Karena itu pembuat peta akan menggunakan seperangkat lambang-lambang khusus atau disebut juga tanda-tanda konvensional menandai bagian-bagian penting dari petanya. Daftar tanda konvensional perlu dipelajari agar rnernuclahkan dalam membaca peta. (Seperti terlihat pada gambar berikut ini).
clip_image002clip_image001

. Menentukan arah
Sudut pandangan suatu benda menunjukkan arah benda itu dari sisi pengamat dengan memperhatikan garis utama yang melintang dari utara ke selatan melalui tempat posisi pengamat berdiri/berada.
Sudut pandangan diukur dengan cara putaran jarum, jam dari utara ke letak benda tadi, sehingga suclut pandangan A clan B misalnya 120 derajat clan 270 derajat (Gambar A). Oleh karena kutub utara magnetis tidak berlokasi di kutub utara geografis, maka garis yang menunjuk ke utara geografis atau utara sejati (true north) dan suclut terukur dari garis-garis ini akan berbeda besarnya. Berturut-turut biasa disebut suclut pandangan magnetik clan suclut pandangan sejati (Gambar B).
image clip_image002[6]
Tambahan pula, utara kisi-kisi (grid north) berbeda dengan kedua utara magnetis dan utara e sejati, sehingga pandangan kisi-kisi berbeda pula dari suclut pandangan magnetik dan suclut pandangan sejati. Sebagian besar peta topograFt memiliki bagian yang menunjukkan sudut antara utara sejati dan utara magnetis yang disebut variasi magnetik clan sudut antara utara sejati clan utara kisi-kisi.
Untuk mengukur suclut pandangan kisi-kisi, buat garis tipis dengan pencil dari pengamat ke L:
obyek, dan ukur pula suclut antara garis sudut pandangan ini dan garis bujur timur (garis utara a-. selatan kisi-kisi) dengan menggunakan busur cleraliat. Jangan lupa mengukurnya menurut putaran
jarum jam dari utara (Gambar A) 9-
Sebagai pembantu untuk mengubah suclut pandangan yang satu ke yang lain, gambarlah pada P,
peta, bagan sepern dicondongkan. Bagan ini akan membantu inengingatkan tentang sudut berapa b,-
yang harus ditambahkan atau dikurangkan untuk mengubah suclut pandangan (hati-hati bila b,-
menggambar bagan, karena besarnya suclut-suclut akan berbeda bila digambar di tempat yang L berbeda pula). Periksa sendiri hat itu pada peta (Gambar B).
clip_image002[8]clip_image002[10]
d. Menentukan utara
Bagian terpenting dalam menggunakan peta adalah kemampuan menentukan posisi di peta, sesuai dengan posisi tempat kita berada. Langkah pertama adalah n-leletakkan peta sedemikian rupa sehingga utara peta searah/sama dengan utara sebenarnya dari daerah itu. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menemukan utara, antara lain:
1) Dengan kompas
Jarum kompas senantiasa menunjuk arah utara magnetis. Hamparkan peta di tanah dan letakkan pula kompas di atas peta dengan poros magnetik utara-selatan sesuai arah tepat dengan jarum kompas.
2) Dengan bantuan matahari
Bila tidak memiliki kompas untuk menemukan utara sejati, pada Siang hari dapat memperhitung­kan posisi matahari dan dapat membayangkan arah-arah yang lain. Jam 06.00 matahari di timer, jam 09.00 di timur laut, jam 12.00 di utara, jam 15.00 di barat laut dan jam 18.00 di barat.
Pada malam hari dapat menggunakan bintang-bintang untuk menemukan arah, misalnya: bintang Waluku (Bajak) menunjukkan arah utara (bintang kutub) demikian pula bintang Orion, bintang Palang Selatan menunjukkan arah selatan. Dengan cara membandingkan peta dengan keadaan sebenarnya.
Di atas tanah, misalnya arah jalan, belokan sungai, letak hutan, atau arah jalan kereta api dan sebagainya. Dengan cara im arah utara yang sebenarnya dapat segera ditemukan, karena peta kita sudah menunjukkan arah yang benar.
e. Kompas
Kompas adalah sebuah instrumen yang segera dapat menunjukkan arah garis utara-selatan yang
clip_image002[12]clip_image002[14]
memotong posisi kompas itu. Karena itu kapal laut, pesawat terbang atau peniela)ah di darat, sangat memerlukan kompas untuk mempertahankan perjalanan jauh agar senantiasa dalam arah yang benar.
Ada dua jenis pokok kompas: kompas magnetik dan kompas giroskopik. Kompas magnetik didasarkan pada gerakan sebuah penunjuk baja beri-nagnet yang lazim disebut "jarum", yang bergerak putar secara leluasa di atas sebuah poros dan senantiasa berimbang. Jarum kompas selalu menunjuk arah utara-selatan, karena ditarik oleh gaga magnet bumf.
Pada bak atau wajah kompas tidak hanya Hama-Hama mata angin yang tertera, di situ juga terdapat angka-angka mulai dari angka 0 pada titik utara terns berputar menurut jalan berputar Jarum jam dan berakhir pada titik utara juga, dengan angka 360 derajat. Dengan demikian tiap-tiap titik dapat ditunjukkan balk dengan mata angin maupun dengan derajat kompas, misalnya timur itu 90 derajat, selatan 180 derajat, barat 270 derajat dan seterusnya.
f. Menentukan posisi
Dalam menentukan posisi, ada dua cara yang Bering digunakan, antara lain:
1) Metode meja rata
Pasang peta pada sebuah meja atau apapun yang permukaannya rata/datar, misalnya papan peta yang dibuat khusus. Pilih dan tentukan tiga benda di atas bumf sekitar kita yang juga sudah ditandai pada peta. Bila mungkin, masing-masing berjarak pisah 120 derajat. Tarik garis dart benda­benda tadi (misalnya: jembatan, masjid dan monumen) di sekeliling kita melalul tanda-tanda itu di atas peta menuju kita. Bila garis-garis itu memotong di satu titik, titik itu adalah posisi kita berada. Dalam praktek, garis-garis itu membentuk sebuah "segi tiga keliru" di dalamnya terletak posisi kita.
clip_image002[16]
2) Metode kompas
Benda yang ditentukan di sekitar kita: jembatan, masjid clan monumen. Ubah sudut pandangan kompas magnetis menjadi sudut pandangan kisi-kisi. Kini temukan sudut pandangan balik, yaitu sudut pandangan dari benda sasaran kemball ke posisi kita. Untuk mendapatkan sudut pandangan balik tambahkan 180 derajat untuk sudut yang kurang dari 180 derajat, dan kurangi 180 derajat untuk sudut yang lebih besar dari •80 derajat. Dart setiap benda sasaran tank garis sesual dengan besar sudut pandangan balik. Garis-garis ini akan memotong di satu titik, yang sepertl biasa tidak terjadt tepat demikian, tetapi membuat "segi tiga keliru".

Jumat, 08 April 2011

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

photo10Kelestarian alam dan lingkungannya

  1. Tuhan menciptakan alam semesta ini adalah untuk dimanfaatkan semua mahkluknya antara lain oleh manusia. Pemanfaatan ini harus berlandaskan azas
  1. lestari, maksudnya disamping pemanfaatan untuk manusia sendiri , makhluk lain, anak cucu juga memperhatikan kelestarian alam itu sendiri.

Kegiatan dialam terbuka mempunyai hubungan timbal balik dengan kelestarian alam dan lingkungan hidup yang saling mempengaruhi perkembangan masing-masing. Kegiatan dialam terbuka harus positif, minimal yang dapat dilakukan adalah tidak melakukan pengotoran, pengrusakan, dan pemusnahan terhadap modal kekayaan dan keadaan alam.

  1. Maksud dan tujuan kegiatan di alam terbuka

Maksud kegiatan yang dilakukan dialam terbuka yaitu:

  1. Mendekatkan diri pada Tuhan, pencipta alam semesta
  2. Mengagumi dan mencintai keindahan tanah air sendiri
  3. Membina kesehatan dan kesegaran fisik, mental, emosional, dan sosial
  4. Mendapatkan kegembiraan dan kepuasan
  5. Mengendorkan ketegangan jiwa dan jasmani agar kelelahan dan kemerosotan semangat kerja dan berkarya dapat dihindari.
  6. Mempertebal keakraban dan kerjasama
  7. Melatih ketajaman panca indera dan mempertahankan keseimbangan pertumbuhan
  8. Meningkatkan rasa percaya diri, ulet, tabah dalam menghadapi setiap tantangan.
  9. Meningkatkan kemampuan, kemajuan dan keterampilan
  10. Meningkatkan disiplin dan rasa tanggung jawab
  11. Mengisi waktu luang dan liburan
  12. Aktivitas penjelajahan

Bentuk-bentuk penjelajahan disungai

Penjelajahan adalah suatu perjalanan kaki yang diikuti dengan permainan atau petualangan. Bila menempuh jarak yang lebih jauh lagi dan menggunakan alat transportasi disebut perjalanan pengembaraan

  1. Penjelajahan mengikuti aliran sungai kecil
  2. Penjelajahan sungai dengan menggunakan rakit / gethek
  3. Penjelajahan arung sungai

Perlengkapan yang harus disediakan dalam kegiatan arung sungai antara lain :

  1. Perlengkapan perahu : kayuh / dayung, galah, tali, dan pelampung
  2. Perlengkapan perkemahan, bila dalam perjalanan harus bermalam
  3. Perlengkapan perorangan
  4. Air dan obat-obatan
  5. Bahan makanan : mentah / matang yang tahan lama.
  6. Keamanan di alam terbuka

Untuk menanggulangi keamanan dialam terbuka lebih banyak yang harus disediakan adalah persiapan sebelum melakukan kegiatan baik bekal maupun alat-alat pendukung. Yang lainnya adalah faktor alam sendiri ; cuaca,  bencana alam, penguasaan peta.

  1. Pada cuaca buruk ; angin ribut, hujan, petir  dan sejenisnya. Bila menghadapi situasi seperti ini bila dilapangan terbuka jauh dari pohon, bangunan segera anda berbaring rata dengan tanah wajah menempel di tanah dengan ditutupi kain alas tenda atau lembaran plastik, atau duduk di tanah. Hindari sasaran halilintar, terutama pohon menyendiri, tiang listrik, pagar kawat, menara.
  2. Mengirim berita / tanda-tanda minta pertolongan

Modelnya bisa bermacam-macam; sandi / morse, radio kecil atau alat komunikasi lainnya yang ada. Prinsipnya mudah dikenal orang lain dan tidak menimbulkan bahaya baru.

  1. Peralatan pertolongan (survival)

Hendaknya semua  anggota punya alat-alat pertolongan. Minimal untuk dirinya sendiri / regunya sendiri. Misalnya tenda, tali , korek api, alat pelindung hujan, lampu senter dan lain-lain.

  1. Peraturan survival

Peraturan pokok untuk survival antara lain :

  1. Tidak panik,pikirkan situasi dengan seksama, buat rencana dan tetap tinggal disitu.
  2. Kumpulkan dan pelihara energi, makanan, dan air agar mudah mengatur penggunaannya bila diperlukan
  3. Bila bencana terjadi didaerah dingin / salju, usahakan agar badan tetap hangat pergunakan apapun biar hangat
  4. Perhatikan tanda-tanda kelelahan dan kedinginan
  5. Putuskan segera menarik perhatian daerah sekitar posisi. Keputusan diambil dengan bijaksana dan penuh perhitungan.
  6. Tanggulangi setiap kecelakaan sebaik yang dapat dilakukan. Bila ragu-ragu, buatlah si penderita hangat, tenangkan hatinya, dan jangan tinggalkan (menyendiri).

Rabu, 06 April 2011

KEGIATAN DI ALAM BEBAS

image1. Maksud dan Tujuan Hidup di Alam Bebas

Maksud clan tujuan hidup di alam terbuka adalah sebagai berikut:

a. Maksud dan tujuan

Hidup di alam terbuka adalah hidup sementara di luar rumah,

yang menganclung maksud dan tujuan sebagai berikut:

1) Mendekatkan diri pada Tuhan pencipta alam semesta.

2) Mengagumi keindahan tanah air sendiri.

3) Mengenclorkan tekanan-tekanan jiwa clan jasmani dari permasalahan-persalahan yang lama dan terus-menerus diganti, supaya tidak mengalami kelelahan yang besar.

4) Mendapatkan ketenangan batin clan otak (pemikiran).

5) Menambah kesegaran rohani clan jasmani.

6) Menumbuhkan sifat percaya diri, clan tidak terlalu bergantung pada kedermawanan orang lain.

7) Memperbaiki tingkah laku dan budi pekerti.

8) Mempertebal keakraban dan persaudaraan.

9) Melatih ketajaman pancaindera.

10) Mempertebal ketabahan diri clan ulet dalam menghadapi setiap tantangan.

11) Memupuk cinta kasih, kesanggupan, clan kecakapan/keterampilan.

12) Mengukuhkan kerja sama.

13) Bertindak dengan disiplin.

Bertindak kesatria.

b. Kesegaran Jasmani clan Kesehatan

Salah satu maksud dan tujuan dari mengikuti kegiatan di alam terbuka adalah untuk kesegaran jasmani clan kesehatan diri yang melakukannya. Udara pegunungan yang masih bersih akan dihirup paru-paru secara maksimal, pemandangan yang indah, kegembiraan yang meluap, dan semangat yang menyala-nyala sungguh menyebabkan rasa segar.

Kepenatan dan keringat yang mengalir dari pori-pori badan ketika mengikuti kegiatan di alam terbuka tidak dijadikan masalah, karena hanya mereka yang sehat, mampu, kuat dan ulet, akan mudah mengikuti kegiatan di alam terbuka. Para remaja harus menyadari bahwa masa-masa usianya ada dalam kondisi kesegaran jasmani yang paling balk.

c. Mengisi Waktu Luang

Waktu luang diisi dengan kegiatan-kegiatan di luar yang rutin dan wajib, balk di rumah, sekolah atau tempat bekerja. Salah satu waktu luang adalah libur sekolah, yang diisi dengan kegiatan­kegiatan yang bermanfaat, clan menjadi tujuan semua siswa. Waktu luang lainnya (4 – 6 jam dalam sehari clan hari minggu) dapat digunakan untuk mempelajari dan melakukan latihan dasar clan persiapan, sedangkan waktu liburan sekolah untuk pelaksanaannya.

HAKIKAT KEGIATAN LUAR SEKOLAH (REKREASI) 1.

IMG_1625Fungsi Kegiatan Rekreasi bagi Siswa

Program rekreasi pendidikan di sekolah-sekolah saat ini perlu digalakkan. Hal ini dilakukan agar tercapai tujuan pendidikan

nasional, yaitu meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, mempertebal semangat kebangsaan, dan cinta tanah air.

Kegiatan rekreasi pada dasarnya merupakan bagian integral dari pendidikan, yang merupakan penunjang proses pendidikan, dan menjadi salah satu media untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai media pendidikan, rekreasi pendidikan mempunyai fungsi sebagai berikut.

a. Menambah pengetahuan dan wawasan

Dengan mengikuti kegiatan rekreasi pendidikan, siswa akan memperoleh pengetahuan dan wawasan yang tidak terdapat dalam pelajaran pokok di sekolah. Kegiatan rekreasi tersebut misalnya: penjelajahan, mendaki gunung, berkemah, dan sebagainya. Dengan kegiatan tersebut, siswa akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang beraneka ragam sesuai dengan bentuk dan jenis kegiatannya.

b. Meningkatkan ketangkasan dan keterampilan

Dengan melakukan berbagai kegiatan rekreasi pendidikan, para siswa akan dapat meningkatkan keterampilan. Hal tersebut dapat diperoleh dari kegiatan rekreasi pendidikan yang berupa permainan, pekerjaan tangan, melukis, menari, dan sebagainya. Semua kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari kelak dikemudian hari.

C. Mempengaruhi gairah belajar

Rekreasi mengandung makna "re-create" yang berarti pemulihan. Dengan melakukan kegiatan rekreasi pendidikan, semangat dan gairah belajar siswa diharapkan akan meningkat. Hal tersebut disebabkan rekreasi pendidikan, di samping dapat mengalihkan dan menciptakan suasana baru, juga dapat dijadikan media untuk mencari kesegaran jasmani, kegembiraan dan kepuasaan jiwa.

d. Menambah sikap hidup yang kreatif dan sosial

Dengan melakukan rekreasi pendidikan, siswa dapat memperoleh pengalaman baru yang positif. Kegiatan rekreasi pendidikan di antarnya hidup di alam terbuka dan wisata karya. Kegiatan tersebut akan membuat siswa belajar hidup mandiri, bergotong-royong, belajar hidup bermasyarakat, memperhalus dan meningkatkan rasa Beni Berta memupuk rasa percaya diri.

a. Membentuk kepribadian yang lebih baik

Rekreasi pendidikan akan membentuk kepribadian yang lebih baik. Oleh karena di dalam rekreasi pendidikan terdapat kegiatan yang mendidik siswa untuk belajar hidup mandiri, bergotong - royong, mengenal adat-istiadat penduduk setempat, pengenalan budaya masa lalu, memupuk rasa percaya diri dan sebagainya.

b. Menanamkan rasa kekaguman clan syukur terhadap kebesaran ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Dengan melakukan kegiatan rekreasi pendidikan pada siswa, akan lebih tertanam rasa kekaguman dan syukur terhadap ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga pada akhirnya timbul rasa keimanan dan ketaqwaan terhadap-Nya.

C. Menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa

Salah satu penanaman rasa cinta tanah air clan bangsa terhadap siswa, dapat melalui kegiatan. rekreasi pendidikan. Oleh karena di dalam kegiatan tersebut terdapat kegiatan yang bermanfaa­seperti: mengunjungi objek-objek pemandangan alam yang indah, mengunjungi peninggala­kebudayaan masa lalu, mengenali adat-istiadat suku-suku bangsa yang ada di tanah air dan lain sebagainya.

Selasa, 05 April 2011

penjelajahan pantai

image e. Membentuk kepribadian yang lebih baik

Melalui rekreasi pendidikan, akan terbentuk kepribadian yang lebih

baik. Oleh karena di dalam rekreasi pendidikan terdapat kegiatan yang mendidik siswa untuk belajar hidup mandiri, bergotong-royong, mengenal adat-istiadat penducluk setempat, pengenalan hasil budaya masa lalu, memupuk rasa percaya pada diri sendiri dan lain sebagainya.

f. Menanamkan rasa kekaguman dan syukur terhadap kebesaran ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Dengan melakukan kegiatan rekreasi pendidikan, siswa akan lebih tertanam rasa kekaguman dan rasa syukurnya terhadap ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga pada akhirnya timbul rasa keimanan clan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

g. Menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsanya

Salah satu penanaman rasa cinta tanah air dan bangsa terhadap siswa, dapat melalui kegiatan rekreasi pendidikan. Oleh karena di dalam kegiatan tersebut terdapat kegiatan yang bermanfaat, seperti mengunjungi objek-objek pemandangan alam yang inclah, mengunjungi peninggalan puncak-puncak hasil kebudayaan masa lalu, mengenali adat-istiadat suku-suku bangsa yang ada di tanah air clan lain sebagainya.

2. Maksud dan Tujuan Penjelajahan Pantai

Indonesia terdiri atas kepulauan yang merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dan sebagai modal utama dalam pembangunan. sebagai negara bahari, bangsa Indonesia sejak dahulu kala suclah clikenal sebagai bangsa yang gagah berani dalam mengarungi samudra. Hal ini perlu ditanamkan pada siswa sebagai generasi muda clan generasi penerus.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kepada para siswa perlu dipupuk rasa cinta akan kebaharian. Hal ini dimungkinkan melalui salah satu kegiatan penjelajahan pantai. Penjelajahan pantai adalah berpergian atau rekreasi ke tempat yang ada hubungannya dengan kelautan. Pada buku ini yang dimaksud dengan penjelajahan pantai adalah melakukan rekreasi ke pantai atau ke laut dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di sekitar pantai clan laut.

Agar kegiatan penjelajahan pantai menjadi menarik clan bermanfaat, maka perlu diisi dengan berbagai permainan-permainan yang rekreatif. Dengan permainan-permainan rekreatif ini diharapkan kegiatan penjelajahan pantai benar-benar akan menimbulkan kegembiraan, menambah keterampilan, kecerdasan dan bermanfaat bagi kesehatan fisik clan mental.

Di samping itu, yang ticlak kalah pentingnya untuk diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan penjelajahan pantai adalah segi keselamatan dan keamanannya. Untuk itu tentu harus dipilih tempat­tempat yang ticlak berbahaya. Tempat-tempat yang berbahaya adalah yang banyak terdapat batu­batu karang yang tajam, yang banyak binatang laut berbahaya clan berbisa, kedalaman laut lebih dari dua meter, clan adanya pusaran arcs gelombang laut yang besar.

Perlis untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan penjelajahan pantai, persiapan yang matang. Hal ini dapat diperoleh melalui pengorganisasian kegiatan yang baik dan tepat, khususnya bila kegiatan ini dilaksanakan sebagai kegiatan sekolah dalam mengisi waktu luang.

3. Macaw-macaw Kegiatan Penjelajahan Pantai

Kegiatan penjelajahan pantai dapat dilakukan dengan berbagai macaw kegiatan, antara lain:

a. Kegiatan membuat maker pasir

Membuat maker pasir pantai merupakan salah satu pengisi acara kegiatan siswa yang seclang melakukan penjelajahan pantai atau rekreasi pantai. Kegiatan ini dapat digunakan sebagai sarana pengembangan kreativitas siswa. Kegiatan ini akan lebih meriah clan menarik bila dilombakan, baik antarkelas maupun antarsekolah.

b. Kegiatan mengumpulkan benda laut

Di sekitar pantai dan laut terdapat bermacam-macam benda laut yang dapat dimanfaatkan sebagai barang kerajinan, seperti: kulit kerang, kulit siput, karang dan lain sebagainya. Berkunjung ke objek wisata pantai dapat diisi dengan kegiatan membuat kerajinan bendy laut sebagai pengisi acara penjelajahan pantai.Kegiatan ini dapat digunakan untuk menyalurkan bakat, minas dan kemampuan siswa. Bahkan bila dikembangkan lebih lanjut mungkin dapat dijadikan sebagai usaha untuk berwiraswasta. Kegiatan ini akan lebih menank apabila pelaksanaannya dilombakan.

c. Kegiatan lari lintas pantai

Kegiatan lari lintai pantai pada dasarnya sama dengan kegiatan lari lintas alam. Perbedaannya terletak pada lokasi pelaksanaan kegiatan, yaitu sekitar pantai. Dengan memilih dan menetapkan variasi antara rute yang melewati darat, dan rute yang melewati air dengan berbagai faktor kesulitan. Secara tidak langsung peserta lari lintas pantai ini akan memperoleh peningkatan daya tahan, keterampilan dan sekaligus akan meningkatkan kesegaran jasmani. Peserta dalam kegiatan lari lintas pantai ini dapat perorangan atau beregu, baik putera maupun puteri.

4. Program Pelaksanaan Kegiatan Penjelajahan Pantai

a. Perencanaan kegiatan

Dalam rangka melaksanakan penjelajahan pantai perencanaan merupakan hal yang sangat penting. Tanga perencanaan, kegiatan penjelajahan pantai tidak akan terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Perencanaan meliputi langkah-langkah sebagai berikut.

1) Menentukan tujuan sesuai dengan hasil yang akan dicapai.

2) Menentukan prioritas pencapaian di antara tujuan-tujuan.

3) Menentukan cara-cara yang umum untuk merealisir tujuan tersebut.

4) Mengadakan batasan-batasan tentang waktu, biaya dan hasil yang hendak dicapai.

5) Menyusun acara pelaksanaan kegiatan yang meliputi:

a) Menggariskan usaha konkrit

b) Meletakkan prioritas di antara kegiatan tersebut

c) Menegaskan usaha tersebut ke dalam bentuk acara kerja yang lebih terperinci, antara lain dengan:

(1) Memperkirakan besarnya tiap usaha dalam arti kegiatan, tempat, siswa yang akan dilayani dan lain-lain.

(2) Memperkirakan sumber-sumber yang mungkin diperoleh seperti mengenai waktu, dana, keahlian dan lain sebagainya.

(3) Menegaskan kemungkinan adanya hal-hal yang akan mempengaruhi jalannya kegiatan.

6) Menyusun jadwal kegiatan

Pada praktiknya penjelajahan pantai adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu luang dan diikuti oleh banyak siswa. Maka program pelaksanaannya hendaknya direncanakan dengan mempertimbangkan beberapa hal, yaitu waktu luang, musim, jenis kelompok, jarak, jenis kegiatan dan manfaat.

b. Pelaksanaan

1) Persiapan

Sesuai dengan perencanaan program tahunan sekolah yang disepakati antara kepala sekolah dan para guru. Maka sebelum pelaksanaan kegiatan penjelajahan pantai tiba waktunya, perlu diadakan persiapan yang matang agar pada pelaksanaannya dapat berialan dengan lancar dan baik.

Kegiatan-kegiatan dapat berupa hal-hal sebagai berikut.

a) Pembentukan kepanitiaan, personalianya hendaknya diserahkan kepada para guru/pembina yang berpengalaman tentang jenis penjelajahan pantai terntentu yang akan dilakukan.

b) Mengadakan penjajakan pendahuluan tentang data objek yang akan dituju, lokasi, jarak dari sekolah, sarana yang tersedia, keamanan dan lain-lain.

c) Menyusun pembiayaan keseluruhan yang diperlukan bagi kegiatan tersebut, sehingga dapat diketahui biaya tiap siswa yang akan turut serta.

d) Memberitahu kepada para siswa tentang maksud dan tujuan serta manfaat kegiatan.

e) Mengirimkan surat kepada orang tea siswa tentang pemberitahuan dan permohonan 1jIn.

f) Menentukan perlengkapan perorangan dan kelompok sesuai dengan jems penjelajahan pantai yang akan dilakukan.

g) Bila diperlukan, menyiapkan kendaraan yang aman yang murah yang akan dipergunakan dalam kegiatan, serta disesuaikan dengan jumlah siswa.

2) Pelaksanaan kegiatan

Dalam pelaksanaan kegiatan penjelajahan pantai harus mematuhi acara-acara atau jadwal kegiatan yang disusun, agar:

a) Tujuan dan manfaat kegiatan dapat tercapai.

b) Waktu yang tersedia dapat digunakan semaksimal mungkin.

C) Dana dan perbekalan dapat digunakan seefisien mungkin.

d) Disiplin perorangan atau kelompok dapat terlaksana dengan baik.

out door education

MENDAKI GUNUNG

image 1. Perlengkapan Mendaki Gunung

Untuk suatu pendakian gunung dibutuhkan perlengkapan yang memadai. Perlengkapan

mendaki gunung antara lain:

a. Sepatu

Sepatu merupakan perlengkapan terpenting dalam mendaki gunung. Sepatu untuk mendaki harus memiliki sol yang balk, yaitu mempunyai "kembang" yang besar dengan ceruk clip_image002yang tajam Berta berpunggung tinggi. Sol seperti ini berguna sekali untuk meletakkan kaki secara mantap pada tebing-tebing curam dan berbatu, sangat membantu kaki untuk menahan berat baclan pendaki b. Ransel

Perlengkapan untuk membawa semua barang ketika berjalan atau mendaki gunung ialah ransel. Kenyamanan membawa ransel tergantung pada pengepakan barang di dalamnya. Prinsip yang harus dipegang dalam pengepakan, antara lain:

1) Letakkan barang-barang yang berat di bagian atas dan barang-barang yang ringan di bagian bawah. Bagilah berat itu secara merata di sebelah kiri dan kanan, jangan menyiksa salah satu bahu dengan berat yang tidak seimbang.

2) Letakkan barang-barang yang dibutuhkan dalam perjalanan di bagian atas. Sedapat mungkin kelompokkan barang-barang tersebut menurut fungsinya, lalu letakkan bersama-sama menurut tingkat kebutuhannya.

3) Manfaatkan ruangan yang ada di dalam ransel seefisien. mungkin. Maksudnya, apabila ada panci di dalam ransel, jangan biarkan ruangan di dalam panci kosong.

4) Pendidikan Josmani, Olahraga dan Kesehaton untuk SMA Aid 1

clip_image004

C. Pakaian

Parka dan anorak adalah model jaket untuk menahan angin dan menahan air (jaket hujan). Secara umum, parka untuk menahan angin terdiri atas dua jenis. Jenis pertama adalah parka yang terbuat dari bahan sederhana seperti katun atau nilon. Di dalamnya, masih memakai baju lain, seperti kaus atau sweater. Jenis kedua adalah yang disebut super parka atau down jacket. Jaket ini terbuat dari bahan dua lapis yang berisi dacron atau down. Jaket jenis ini berguna sekali untuk udara dingin di gunung-gunung es, karena mampu menghangatkan badan kendati suhu udara berada di bawah nol derajat celcius.

e. Perlengkapan tidur

Bahan yang terbaik untuk kantung tidur di gunung adalah down clip_image006atau duvet. Down atau duvet adalah bulu-bulu halus dari unggas akuatik, biasanya angsa atau bebek. Bulu-bulu halus tersebut terdapat di antara kulit dan bulu-bulu kasar yang kelihatannya secara fisik pads angsa atau bebek. Dengan sendirinya, kantung tidur dari bahan ini sangat mahal harganya. Down atau duvet mampu menghangatkan badan kendati suhu udara mencapai titik di bawah nol derajat celcius. Tentu saja ketebalan kantung tidur dan banyaknya down atau duvet menentukan sampai berapa derajat suhu udara yang mampu dilawan oleh sebuah kantung tidur.

clip_image008

f Perlengkapan masak

Perlengkapan masak yang lebih praktis adalah yang biasa disebut nesting, yaitu satu set panci yang dapat disusun menjadi satu apabila tidak dipakai. Nesting yang biasa dipakai tentara adalah bentuk yang praktis terdiri atas dua panci dan satu piring yang dapat pula dipakai untuk menggoreng, dilengkapi dengan dua tangkai panci yang dapat dilepas dan dipasang.

Sendok dan cangkir yang terbuat dari melamin balk sekali untuk dibawa ke gunung. Kelebihan melamin adalah mudah dibersihkan, hanya dengan siraman sedikit air saja. Bahkan hanya dengan diseka kertas tissue atau lumut, melamin sudah cukup bersih. Minyak atau lemak yang melekat akan gampang melepas.

g. perlengkapan makanan

Makanan siap saji (instant) merupakan pilihan pertama untuk dibawa sebagai bekal mendaki gunung. Banyak keuntungan dari makanan siap, saji ini, yaitu ringkas Berta cepat masak, sehingga menghemat waktu dan bahan kompor. Ini penting, karena tentunya tidak mau membawa ekstra bahan baker untuk kompor dan membuang waktu hanya untuk memasak. Lagipula dewasa ini tidak ada kesulitan untuk memperoleh makanan siap saji di toko-toko, seperti kornet, Barden, mie instant, biskuit, coklat, havermout, dan lain-lain.

Seorang pendaki gunung setiap hari membutuhkan sekitar 5000 kalori dan 70 gram sampai 100 gram protein. Pengaturan makanan yang balk akan membantu pengeluaran tenaga secara efektif

h. Perlengkapan tambahan

Payung yang dapat dilipat dengan ringkas merupakan perleng­kapan yang kerap, dilupakan, kendati bermanfaat banyak. Payung bukan hanya berguna untuk melindungi tubuh dari hujan dan sengatan matahari, tetapi juga dapat dipakai untuk mengambil air dengan cara dikembangkan dan ditelentangkan dapat pula mengumpulkan titik-titik air yang menempel di daun-daun Perlengkapan lain yang harus dibawa antara lain: golok atau parang, kantung plastik, penangkis Macam-macam pelengkapan tambahan untuk mendaki gunung serangga (insect repellent) dan minyak pelindung matahari (sun oil,sun burn, atau sun preventives). Untuk perlengkapan pribadi, jangan lupa membawa obat-obatan pribadi (terutama yang mempunyai penyakit tertentu), satu set peralatan P3K, dan perlengkapan kebersihan badan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sisir, cukur kumis dan lain sebagainya.

Old Post ►
 

Copyright 2012 Info Dunia Olahraga: out door education Template by Bamz | Publish on Bamz Templates