Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

tips untuk berhenti merokok



• Hal pertama yang Anda lakukan adalah NIAT, jika Anda perlu untuk membaca doa-doa untuk berhenti merokok.• Kurangi merokok sedikit demi sedikit.• Ketika Anda merokok, berpikir bahwa Anda membakar kesehatan Anda dan uang Anda yang Anda cari dengan susah payah.• Pikirkan jika Anda merokok, Anda sedang membunuh diri perlahan.• Pikirkan apa yang akan terjadi kepada keluarga Anda jika Anda jatuh sakit.• Pikirkan bahwa merokok adalah sesuatu yang tidak berguna dan membuang waktu Anda.• Cobalah untuk menghindari sejauh mungkin orang yang merokok sehingga bau tidak menarik minat Anda untuk merokok.• Jika Anda ingin merokok, cobalah untuk duduk tegak dan santai, kemudian menarik napas panjang udara segar. Lakukan pernapasan perut dan pernapasan dada 5x 5x. Ulangi jika perlu.• Reaksi awal adalah untuk berhenti merokok biasanya rasa tidak enak di mulut Anda, muda tersinggung, bingung, cemas, sulit berkonsentrasi, dan insomnia. Bukannya permen karet dan makan buah-buahan, terutama jus jeruk.• Hindari minum kopi. Ganti dengan teh atau jus.• Perbanyak minum air putih.• Jika seorang teman menawarkan sebatang rokok, meminta uang yang baku hanya sebuah alias. Beritahu saya jika Anda mencoba untuk berhenti merokok.• Selalu membawa tanda-tanda tidak merokok (pin, bros, atau apa pun bentuk) ke manapun Anda pergi. Jadi setiap kali Anda akan merokok, maka selalu ada tanda tidak merokok.• rajinlah berolahraga untuk menjaga metabolisme Anda seimbang.• Dapatkan banyak tidur. Mengurangi tidur terlambat.• Buat teman-teman dengan orang-orang yang telah berhasil berhenti merokok.• Hindari segala sesuatu yang berhubungan dengan merokok.• Selalu mengevaluasi sejauh mana keberhasilan Anda, cari tahu dimana letak kesalahan untuk memperbaikinya.• Ingatlah selalu niat dan doa-doa Anda untuk berhenti merokok.• Selalu ingat bahaya merokok.• Dari sekarang untuk melakukan gaya hidup sehat, karena dengan gaya hidup sehat, Anda akan terlihat lebih segar dan muda.

COBA PERHATIKAN VIDEO DARI BAHAYA MEROKOK BERIKUT INI :
 

Rabu, 17 Agustus 2011

narkoba dan akibatnya

Gejala-Gejala Pemakaian Narkoba Yang Berlebihan

1. Opiat (heroin, morfin, ganja)
-   perasaan senang dan bahagia
-   acuh tak acuh (apati)
-   malas bergerak
-   mengantuk
-   rasa mual
-   bicara cadel
-   pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
-   gangguan perhatian/daya ingat
2. Ganja
-   rasa senang dan bahagia
-   santai dan lemah
-   acuh tak acuh
-   mata merah
-   nafsu makan meningkat
-   mulut kering
-   pengendalian diri kurang
-   sering menguap/ngantuk
-   kurang konsentrasi
-   depresi 
3. Amfetamin (shabu, ekstasi)
-   kewaspadaan meningkat
-   bergairah
-   rasa senang, bahagia
-   pupil mata melebar
-   denyut nadi dan tekanan darah meningkat
-   sukar tidur/ insomnia
-   hilang nafsu makan 
4. Kokain
-   denyut jantung cepat
-   agitasi psikomotor/gelisah
-   euforia/rasa gembira berlebihan
-   rasa harga diri meningkat
-   banyak bicara
-   kewaspadaan meningkat
-   kejang
-   pupil (manik mata) melebar
-   tekanan darah meningkat
-   berkeringat/rasa dingin
-   mual/muntah
-   mudah berkelahi
-   psikosis
-   perdarahan darah otak
-   penyumbatan pembuluh darah
-   nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
-   distonia (kekakuan otot leher) 
5. Alkohol
-   bicara cadel
-   jalan sempoyongan
-   wajah kemerahan
-   banyak bicara
-   mudah marah
-   gangguan pemusatan perhatian
-   nafas bau alkohol 
6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
-   bicara cadel
-   jalan sempoyongan
-   wajah kemerahan
-   banyak bicara
-   mudah marah
-   gangguan pemusatan perhatian
Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif
a. Fisik
-  berat badan turun drastis
-  mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
-  tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
   ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat
   bekas suntikan
-  buang air besar dan kecil kurang lancar
-  sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas
b. Emosi
-  sangat sensitif dan cepat bosan
-  bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
-  emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
   terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
-  nafsu makan tidak menentu
c. Perilaku
-  malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
-  menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
-  sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit
   dan pulang lewat tengah malam
-  suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan
   barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga
   miliknya, banyak yang hilang
-  selalu kehabisan uang
-  waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang
   gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya
-  takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
-  sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
   “putus zat”
-  sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya,
   seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
-  sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
-  mengalami jantung berdebar-debar
-  sering menguap
-  mengeluarkan air mata berlebihan
-  mengeluarkan keringat berlebihan
-  sering mengalami mimpi buruk
-  mengalami nyeri kepala
-  mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi

cara pencegahan NAPZA dengan komunikasi

Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan semakin hari oleh anak-anak menjadi masalah yang semakin memprihatinkan semua orangtua.  Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, disepakati bahwa membangun jalinan komunikasi intens antara orangtua dan anak merupakan alat yang ampuh untuk dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.  Meskipun demikian, banyak orang tua merasa ragu mendiskusikan tentang penyalah-gunaan obat dan alkohol dengan anak-anak mereka.  Sebagian dari kita percaya bahwa anak-anak kita tidak akan terlinbat pada hal-hal terlarang tersebut.  Sebagian lainnya menundanya karena tidak mengetahui bagaimana mereka mengatakannya, atau justru takut mereka menjadi memikir tentang hal itu dan mendorong ke arah yang tidak diinginkan.

Dari suatu studi di Amerika menyatakan bahwa banyak kaum muda yang mengikuti program rehabilitasi mengatakan bahwa mereka mengkonsumsi alkohol atau obat-obat terlarang 2 (dua) tahun sebelum orangtua mereka mengetahuinya.  Oleh sebab itu, jalinlah komunikasi sedini mungkin dan jangan menunggu sampai anak-anak Anda terlibat masalah tsb. 

Jangan takut untuk mengakui bahwa Anda belum mampu menjawab semua pertanyaan yang ada.  Biarkanlah anak-anak Anda mengetahui yang menjadi perhatian Anda, dan kemudian Anda dapat bekerja sama untuk memperoleh jawaban yang dimaksud.

Di bawah ini adalah beberapa tips dasar untuk meningkatkan kemampuan diskusi dengan anak-anak Anda tentang alkohol dan obat-obatan terlarang.  
--    Jadilah pendengar yang baik.  Yakinkanlah anak Anda merasa ‘nyaman’ mengungkapkan masalahnya kepada Anda.  Dengarkanlah dengan hati-hati dan  penuh perhatian semua yang anak Anda katakan.  Jangan Anda menjadi marah setelah mendengar semuanya.  Bila perlu, berikan jeda 5-10 menit untuk menenteramkan hati Anda bila diperlukan.  Bila anak Anda tidak menceritakan masalahnya, “pancing”-lah dengan pertanyaan-pertanyaan sekitar sekolah dan aktifitasnya yang lain.
--    Sediakanlah waktu untuk mendiskusikan hal-hal yang sensitif.  Penting bagi mereka untuk mengetahui apakah orangtuanya tahu informasi yang benar tentang apa yang mereka anggap penting.
--    Berikanlah dorongan.  Perbanyaklah dorongan pada hal-hal yang telah dilakukan anak dengan benar, dan jangan terlalu fokus pada hal-hal buruk atau salah yang telah dilakukannya.  Hal ini akan mendorong anak-anak untuk belajar merasakan hal-hal yang baik bagi mereka, sehingga mereka dapat mengembangkan rasa percaya diri dalam membuat keputusan yang menyangkut dirinya sendiri.
--    Sampaikan pesan dengan jelas.  Saat Anda berbicara tentang penggunaan alkohol atau penyalah gunaan obat-obatan, yakinkan diri Anda memberikan informasi yang jelas dan langsung, sehingga anak mengetahui dengan tepat apa yang diharapkan dari dirinya.  Misalnya, “ Di dalam keluarga kita, dilarang minum minuman yang mengandung alkohol ! “.
--    Berilah contoh yang baik.  Di samping dari yang bersifat pengajaran, anak-anak belajar juga dari contoh-contoh nyata.  Banyak hal tingkah laku anak yang dicontoh dari orangtuanya.  Yakinkan diri Anda bahwa Anda sudah bertingkah laku yang benar, seperti yang Anda harapkan dari anak Anda.
TIPS BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK

Komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak tidak selalu mudah berlangsung.  Anak-anak dan orang dewasa masing-masing memiliki gaya dan cara yang berbeda dalam menanggapi pembicaraan.  Di samping itu,  timing dan suasana, juga mempengaruhi suksesnya komunikasi yang akan dilangsungkan.  Para orangtua diharapkan secara khusus menyediakan waktunya, tanpa ada ketergesaan.  Di bawah ini ada beberapa tips agar komunikasi yang akan dijalain bisa lebih sukses.

Mendengarkan

-- Berikan perhatian penuh
-- Jangan memotong pembicaraan anak.  Biarkan sang anak berbicara dan kemudian
   menanyakan tanggapan Anda.

Memperhatikan

- Perhatikan ekspresi / mimik muka dan bahasa tubuh anak.  Apakah anak Anda gugup atau merasa tidak nyaman, seperti merengut, memainkan tangannya, menggoyang kaki, tidak berani menatap mata Anda  atau seringkali melihat jam dsb.?  Atau anak Anda terlihat tenang, tersenyum atau menatap langsung mata Anda ?  Bacalah tanda-tanda ini untuk mengetahui perasaan anak Anda yang sebenarnya.

- Sepanjang diskusi dengan anak Anda ini berlangsung, perhatikan apa yang dikatakannya.  Bila diskusi ini dilakukan dengan posisi duduk, dekatkanlah diri Anda.  Bila dilakukan dengan berjalan, peluklah bahunya.  Dan sering-seringlah melakukan kontak mata.

Menanggapi

- “ Saya sangat tertarik dengan ……”  atau
  “ Saya mengerti bahwa hal itu memang sangat sulit ….. “
    adalah ungkapan yang lebih baik dibandingkan
  “ Seharusnya kamu ….. “  atau
  “ Kalau saya seperti kamu …”   atau
  “ Waktu saya seumur kamu, saya ….. “

- Jika anak Anda menyampaikan hal-hal yang sesungguhnya tidak ingin Anda dengar,
  jangan diabaikan

- Janganlah memberikan nasihat setelah setiap kalimat yang anak Anda nyatakan.
  Lebih baik, dengarkanlah dengan hati-hati dan penuh perhatian pada hal-hal yang
  dikatakan dan cobalah untuk mengerti perasaan yang sebenarnya di balik kata-kata
  yang diucapkannya.

- Jakinkan bila Anda mengerti apa yang dimaksud oleh anak Anda.  Bila perlu,
  tanyalah untuk konfirmasi. 

Pengobatan Narkoba:
  1. Pengobatan adiksi (penggunaan habitual dan kompulsif /merasuki jiwa dari suatu obat diiringi dengan bukti ketergantungan fisiologis. konsep adiksi juga diperluas melampaui penyalahgunaan zat kimia agar dapat digunakan pada beberapa bentuk kebiasaan perilaku maladaptif, seperti judi patologis.)(detoks)

  2. Pengobatan infeksi

  3. Rehabilitasi

  4. Pelatihan mandiri

• Pencegahan Narkoba:
  1. Memperkuat keimanan

  2. Memilih lingkungan pergaulan yang sehat

  3. Komunikasi yang baik

  4. Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok

Pertolongan Pertama
Pertolongan pertama penderita dimandikan dengan air hangat, minum banyak, makan makanan bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatiannya dari narkoba. Bila tidak berhasil perlu pertolongan dokter. Pengguna harus diyakinkan bahwa gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang.
Empat Cara Alternatif Menurunkan Risiko atau "Harm Reduction" :
  1. Menggunakan jarum suntik sekali pakai

  2. Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik

  3. Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet

  4. Menghentikan sama sekali penggunaan narkoba

Detoksifikasi
Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (zat narkotika atau adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif yang dipakai atau dengan penurunan dosis obat pengganti.
Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu, hingga hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif.
Berikut ini beberapa alamat rumah sakit yang menerima pasien untuk detoksifikasi:
1.   Rumah Sakit Ketergantungan Obat
Jl. RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7695461; 7698240 
2.   Rumah Sakit Atma Jaya
Jl. Pluit Raya No. 2, Jakarta Utara
Tel: 62-21-6606127-30
3.   Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatinegara
Jl. Raya Jatinegara Timur No. 85 A-87, Jakarta 13310
Tel: 62-21-280666; 280777; 280888; 280999 
4.   Rumah Sakit Darmawangsa
Jl. Darmawangsa Raya No. 13 Blop P2,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7394484; Fax: 62-21-7394162 
5.   Rumah Sakit Ongko Mulyo
Jl. Pulomas Barat VI, Jakarta Timur
Tel: 62021-4723332, 4722719

Rehabilitasi

Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif), tubuh secara fisik memang tidak “ketagihan” lagi, namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. Sehingga sangat rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi.
Untuk itu setelah detoksifikasi perlu juga dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu, misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi.
Berikut ini daftar dari beberapa pusat rehabilitasi
1.   Yayasan Kasih Mulia
Jl. Camar Indah blok DD-10,
Ruko Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14470
Tel: 62-21-5881103, 5882265; Fax: 62-21-5882275;
e-mail: drugKP@cbn.net.id 
2.   Yayasan Titihan Respati
Jl. Hang Lekir Raya No. 16, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7394762, 7394769
3.   Terapi & Rehabilitasi Pasien NAZA
ala Prof. Dr. dr. H. Dadamng Hawari
Jl. Tebet Mas Indah Blok E No. 5, Jakarta
Tel: 62-21-8299857; 8298885 
4.   Yayasan Insan Pengasuh
Jl. Daksa IV/69, Kebayoran Baru, Jakarta 12110
Tel: 62-21-7208216 
5.   Yayasan Dharma Kasih Ibu Puri Kinasih
Komplek Cilember desa Jogjogan, Bogor, Jawa Barat
Tel: 62-251-252379 
6.   Wisma Adiksi
Jl. Jati Indah I No. 23
Pangkalan Jati, Podok Labu, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7690455; 7540604 
7.   Pusat Pemulihan Rumah Anak Panah
Jl. Kran V No. 3, RT 011/05, Kemayoran, Jakarta 10610
Tel: 62-21-4255652 
8.   Permadi Siwi
Jl. MT Haryono, Jarkarta Timur 
9.   Wisma Dulos
Jl. Tugu No. 4, Cilangkap, Jakarta Timur
10. Panti Sosial Parmadi Putra (Depsos)
Khusnul Khotimah
Jl. Babakan Pocis RT 003/03, Babakan,
Kec. Cisauk, Serpong Tangerang
Tel: 62-21-7561331
11.  Wisma Siloam
Jl. Semplak No. 345, Bogor
Tel: 62-251-505159
12.  Pesantren Al Ihya
Jl. Batu Tapak, Pasir Jaya, Ciomas, Bogor
Tel: 62-251-311964, 312272, 312055
13. Yayasan Harapan Permata Hati Kita
     Jl. Dr. Semeru No. 111, Bogor 
14. Yayasan Podok Bina Kasih
Puncak Cipanas
Sekretariat: Citra I ext. Blok AE V/1, Kalideres, Jakarta Barat
Tel: 62-21-5418993; 5459815
15.  Pesantren Inabah XV
Jl. Raya Perjuangan No. 15, Cipanas, Ciawi  46157
Tel: 62-265-455228
16.  Pesantran Inabah VII
Kp. Rawa, Desa Calingcing, Kec. Sukabening,
Pos Raya Poloh, Tasikmalaya  46155
Tel: 62-265-450028
17.  Panti Rehab. Doulos
Jl. Raya Maribaya 191, Lembang, Jawa Barat
Tel: 62-22-2787384
18.  Yayasan Cinta Kasih Bangsa
Jl. Kol Soegiyono Susukan Ngemplak, Ungaran
Tel: 62-24-922674
19.  Pondok Pesantren Tebu Ireng
Tromol Pos V
Jombang 61471
Jawa Timur


(Sumbe

Senin, 04 April 2011

narkoba

A. NARKOBA
ssa1. Apa itu Narkoba ?
Menurut WHO (1982) semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk
makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.
2. Istilah dari Narkoba atau Napza adalah narkotika, psikotropika dan bahan zat adiktif
3. Narkotika adalah zat / obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
4. Psikotropika adalah zat / obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku
5. Zat adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Misal : Alkohol , rokok, cofein.
• Penggunaan narkoba dengan jarum suntik
• Menggunakan 1 jarum untuk beberapa orang bergantian bergantian
• 65 % dari pengguna Narkoba (data RSKO)
• Umumnya setelah 2-4 tahun menggunakan narkoba lain
• Narkoba yang sering digunakan heroin dan shabu-shabu dan sedikit kokain
6. Kerja Narkoba :
Narkoba à Susunan Syaraf Pusat / Otak ada organ yang dapat memberikan informasi tentang siapa diri kita, apa yang sedang kita kerjakan dan apa yang telah kita lakukan .Susunan Syaraf Pusat juga mengendalikan beberapa fungsi penting pada organ tubuh yang mengatur detak jantung, tekanan darah, pernafasan à Fungsi ini akan terpengaruh jika seseorang menggunakan narkoba
7. Tujuan seseorang menggunakan narkoba
Apapun alasannya tujuan mereka mencari hal-hal yang menyenangkan, merubah perasaan atau mood (suasana hati) bagi orang tersebut.
8. Apa yang dimaksud obat terlarang (illegal)
• Dilarang secara hukum mis:heroin, ekstasi
• Dilarang dalam lingkungan tertentu: alkohol hanya untuk orang dewasa
• Secara umum dilarang tetapi tidak dilarang dalam lingkungan tertentu (valium harus dengan resep dokter)
9. Bagaimana Narkoba mempengaruhi seseorang.Tergantung dari :
• Dosis/banyak jumlah obat
• Frekwensi penggunaan
• Konsentrasi Obat/kandungan bahan
• Suasana hati/ mood ketika menggunakan
10. Cara Narkoba digunakan
• Dimakan, dihisap, dihirup melalui hidung, disedot melalui hidung
• Ditempel kekulit, disuntikan
• Melalui dubur, dll
11. Jenis dari Narkoba
• Menurut hukum : Narkoba yang legal dan yang illegal
• Menurut efek terhadap Susunan Saraf Pusat :
a. Stimulan : Merangsang / Meningkatkan kegiatan pada Susunan Saraf Pusat, Mempercepat proses mental.
Contoh; Ringan : ( kafein, nikotin ) ,Sedang : (efedrine ), Kuat : (amphetamin, kokain ).
• Efek dari stimulan
1. Menjadi sulit tidur 5. Meningkatkan kesiagaan
2. Menurunkan nafsu makan 6. Gelisah
3. Dada berdebar 7. Cepat marah, agitasi
4. Banyak bicara 8. Agresif
b. Depresan
• Menekan / Menurunkan kegiatan Susunan Saraf Pusat
• Memperlambat memperlambat proses mental sehingga menjadi rileks
Contoh : Alkohol, Opiat, Canabis, Barbiturat:( seconal ,amytal ,dll ), Tranquilliser: (valium mogadon, serapax ativan dll ), Solven/ Inhalan.
• Efek dari depresan
Rasa tenang nyaman, Rasa gembira oleh karena stress mental ditekan, Hilangnya rasa gelisah, Bicara lambat, Menurunnya koordinasi, Nafsu makan meningkat, Denyut jantung dan frek nafas menurun.
c. Halusinogen
Menyebabkan terjadinya hallusinasi, Mengubah persepsi dan pandangan terhadap sesuatu objek : membuat pemakai nya melihat/mendengar sesuatu terhadap hal yang sebenarnya tidak ada, sesuatu dengan persepsi yang berbeda.
Contoh: LSD =Lysergic Acid Diethylamide------ritual indian , Magic Mushrum, Mescaline, Ganja (mempunyai efekdepresan), Ekstasi (mempunyai efek stimulan))
• Efek dari Halusinogen
Efek sulit diprediksi (bad trip/ good trip), Distorsi persepsi pendengaran dan penglihatan, Sensasi tubuh yang aneh, Mengambang, Otot melilit, Pusing, mual, muntah, Peningkatan denyut jantung , nafas, tekanan darah.
12. Narkoba dan pengaruhnya pada otak
• Narkoba mempengaruhi cara kerja Sistem Saraf pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SSO)
• Otak adalah organ yang menerima, memberi informasi
• Sistem Syaraf Pusat mengendalikan beberapa fungsi tubuh tek darah, denyut jantung, nafas (sehingga ikut berpengaruh bila menggunakan)
• Otak mempunyai ribuan sel yang menerima pengaruh narkoba yang bisa berbeda pada tiap orang sehingga bisa menghasilkan efek yang tidak sama pada setiap pengguna.
13. Istilah pada pengguna Narkoba
Toleransi, Adiksi, Gejala Putus obat,Pemakaian narkoba ganda.
14. BERBAGAI ISTILAH SEPUTAR NARKOBA
• Sakaw : sakit karena lagi 'nagih'.
• BD : sebutan untuk bandar narkoba.
• Parno : paranoid karena ngedrugs.
• Junkies : sebutan untuk pecandu.
• Relaps : kembali lagi ngedrugs karena 'rindu'.
• Bong : alat mengisap shabu.
• O-de : over dosis.
• PT : sebutan lain putauw (heroin).
• Ngubas atau nyabu : pakai shabu-shabu.
• Bedak/etep putih : sebutan lain putauw/heroin.
• Wakas : ketagihan.
• Pakauw : pakai putauw.
• Kipe/cucauw/nyipet/ ngecam : nyuntik/memasukan obat ketubuh.
• Pedauw/badai : teler/mabok
• Ubas : shabu.
• Kertim : kertas timah.
• Afo : aluminium foil.
• Bhironk : orang Nigeria/pesuruh.
• Insul/spidol : alat suntik.
• Paket/pahe : pembelian heroin/putauw dlm jml kecil.
• Gauw : gram.
• Sperempi : ¼ gram.
• Setangki : ½ gram.
• Giber/giting/gonjes : mabok/teller.
• Hawai/cimeng/rasta/ulah/gele/buda/stik : ganja.
• Selinting : 1 batang rokok/ganja.
• Inex : Ecstasy.
• Amphet : amphetamine
• Snip : pakai putauw lewat hidung (dihisap).
• Ngedrag : baker putauw diatas timah.
• Bokul : beli barang.
• Gepang : punya putauw/ heroin.
• Gitber : giting berat/mabok berat.
• Spirdu : sepaket berdua.
• Betrik : dicolong/ nyolong.
• Koncian : simpanan barang.
• BB : barang bukti.
• Coke : kokain.
• Jokul : jual.
• Bokauw : bau.
• Kurus : kurang terus.
• Gantung : setengah mabok.
• BT/snuk : pusing/ buntu.
• Boat/ boti : obat.
• Abses : salah tusuk urat/bengkak.
• KW : kualitas.
• Mupeng : muka pengen.
• Pyur : murni.
• BT : Bad Trip (halusinasi yang serem).
• Teken : minum obat/pil/kapsul.
15. Dampak penyalahgunaan narkoba
Dampak individu ( Jasmani dan Ketergantungan ), Keluarga, Sosial, Negara dan Bangsa, fisik/jasmani , Gangguan Susunan Syaraf Pusat, Gangguan jantung dan pembuluh darah, GangguanKulit , Gangguan Saluran pencernaan, Gangguan endokrine , Gangguan fungsi seksual, Gangguan pada otot penurunan fungsi otot, HIV/AIDS, Hep C .
16. Ciri-ciri Pengguna Narkoba dan Minuman Keras
Bertindak kasar,tidak sopan,suka marah tak terkendali, Mencuri uang di rumah, toko, Selalu mengenakan kacamata gelap pada saat tdk tepat, Suka mengasingkan diri dlm waktu lama,berkali-kali, Berat badan turun drastis, Sering dikunjungi oleh orang tdk dikenal.
NARKOTIKA
Narkotika adalah zat kimia / obat yang mengandung candu yang dapat menimbulkan rasa mengantuk /tidur yang mendalam. Obat ini dapat memperangaruhi kesadaran, memberi dorongan yang dapat berpengaruh terhadap perilaku. Pengaruh yang lain berupa penenang, perangsang dan dapat menimbulkan halusinasi.
Jenis-Jenis Narkotika
• Ganja (Canabis Sativa, Mariyuana, Indian Hemp)
Mengandung Delta-9-tetrahydrocannabinol, Menimbulkan : Hilang Konsentrasi, Peningkatan ,denyut jantung, Depresi, Hilang Keseimbangan , Nama lain : Marijuana, Gele, Cimeng, Kangkung
Yang digunakan daun dan ujung tangkai, dipotong-potong kemudian dikeringkan dan digunakan melalui rokok.
Macam – macam ganja, antara lain :
Ganja tembakau, Hasish (getah ganja) diperoleh dari penyulingan tumbuh-tumbuhan ganja, Tetrahydro (THC) kadar tertinggi pada bunga yang mulai mekar, ini mempunyai unsur aktir sebagai hallucinogenit substance (zat yang menjadi penyebab halusinasi / khayalan) pada seseorang.
Gejala-gejala keracunan ganja, antara lain : Hilang kesadaran, Hilangnya kemauan / semaangat, Mempunyai impian yang aneh-aneh, Mengalami halusinasi, Melakukan tindakan-tindakan tanpa disadari, Mata merah .
Gejala-gejala ketagihan, antara lain : Rasa gelisah, Rasa cemas, Konsentrasi terganggu, Malas bekerja .
Pengaruh buruk dari penggunaan ganja, antara lain :
 Euphoria yaitu rasa kegembiraan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
 Dellirium yaitu menurunya kondisi tubuh
 Halusinasi yaitu keadaan si pemakai mengalami khayalan yang hebat.
 Weakness yaitu melemahnya kondisi fisik dan psikis
 Drowsines yaitu kesadaran merosot, mabuk dan ingatan kacau
 Koma yaitu semakin merosot, baik fisik maupun psikis yang akhirnya akan membawa kematian.
• Candu
Bagian tumbuhan Papaver Somniferum yang digunakan adalah buah yang hampir masak dari pangkal hingga ujung buah. Setelah getahnya menguning diolah menjadi candu metah. Macam – macam candu, antara lain :
 Candu Metah :Bahan yang diperoleh dari hasil sadapan dan belum diolah lebih lanjut sehingga masih berupa candu metah. Bentuknya lembek dan warna kecokelat-cokelatan, seperti aspal.
 Candu Masak : Candu metah yang sudah diolah lebih lanjut (dimasukkan monfhesilk) disebut candu masak. Pada candu masak, bagian kulit dan daun-daun kecil sudah tidak kelihatan warnanya cokelat atau sampai kehitaman barbau langu.
• MORPHINE
Morpine adalah zat utama yang berkhasiat yang terdapat pada candu mentah dan sudah diolah secara kimia. Daya kerja morpine 5 samapi 10 kali lebih kuat dari candu. Dalam penjualannya, morpine dicampur dengan tepung gula, tepung kina dan tablet APC yang dihaluskan.
• HEROIN
Diperoleh dari morpine yang diolah secara kimia, berbentuk serbuk / kristal, juga batangan / padat.Zat Adiktif yg berbahaya. Bentuk:Butiran,Tepung, Cairan.Nama lain PUTAUW.
Gejala-gejala keracunan candu, morphine dan heroin antara lain : Nafas sesak dan lambat , Denyut jangtung lambat, Mual-mual dan muntah, Nafsu makan hilang, Pingsan, Meninggal dunia
Gejala-gejala ketagihan candu, morphine dan heroin ini berlangsung kira-kira 10 hari , antara lain :
( Badan keluar keringat , Keluar cairan dari hidung, Keluar air mata terus menerus, Badan gemetar , Gelisah, Tidak dapat tidur, Tidak mau makan, Muntah-muntah disertai mencret, Otot mengalami kejang-kejang ).
Pengaruh buruk dari penggunaan candu, morphine dan heroin, antara lain :
Menyebabkan kematian (dosis tinggi) , Ketrgantungan fisik maupun psikis (selalu ingin mendapatkan), Berprilaku seenaknya sendiri , Cara pemakaiannya makin meningkat takarannyaTimbul komplikasi, seperti penyakit kulit, paru-paru, saluran pernafasan, lever, ginjal, jantung, penyakit kekurangan gizi dan lain-lain.
• SHABU-SHABU (Ice)
( Menimbulkan:Impotensi,halusinasi,kerusakan jantung,stoke ). Nama lain:Kristal , ubas, mecin.
• INHALEN (Ngelem)
Dihirup: Lem, Tiner, Cat , Menimbulkan: Hilang Daya ingat, Mudah Memar dan Berdarah, Kram otot, Kerusakan jantung

• JENIS – JENIS OBAT DAN ZAT TERLARANG
1. VSP
2. Fepper Upper Pep Fillis adalah istilah yang digunakan untuk narkotika yang memberikan perasaan vitalitas. Yang sering digunakan remaja adalah AMPHETAMIN dan METHAMPETAMIN adalah obat “pendorong” stimulan menimbulkan : gelisah,tekanan darah tinggi, sering , pingsan,paranoid yg mendalam Nama lain: Amphet (Amphetamin) ,ekstasi, speed, whizz, billywhizz (Methapetamin)
Obat-obatan yang mengandung amphetamine, antara lain : Beusadrine, Dexodrine, Desbutol dan Dexamicyl.
Narkotika lain yang termasuk VSP yang memiliki efek samping, antara lain : Cocain, Preludine dan Retaline.
3. SPEED adalah methope yang diinjeksikan dan dianggap narkotika yang berbahaya dan berakibat fatal. Narkotika ini adalah amphetamine yang dibuat secara ilegal yang dapat diinjeksikan.
4. DOMNS adalah narkotika yang membuat rasa ketegangan dan rasa mengantuk.
5. CODEIN
6. DAMEROL
7. METHADONE
8. EKSTASI
Menimbulkan:Diare,rasa haus berlebihan,hiperaktif,menggigil tak terkendali, mual disertai muntah-muntah. Nama lain: Inex, I , kancing
9. Obat Tidur dan Obat Penenang
Obat ini dapat menimbulkan depresant terdiri dari dua kelompok yaitu obat tidur dan obat penenang. Yang termasuk obat tidur adalah megadon, rahipal, madrax (MX), casadon, secanol dan yang termasuk obat penenang adalah valium, lebrium, mentalium, kalman dan pil BK.
B. ROKOK
1. MENGAPA REMAJA CENDERUNG INGIN MEROKOK
karena keadaan yang mempengaruhi perkembangan mental emosional remaja:
 Lingkungan sosio emosional yang kondusif
Kematangan emosional ( penuh cinta kasih,simpati, empati, kesadaran diri, mampu mengendalikan emosi, tidak mudah tersinggung, tidak agresif, optimis, berfikir kritis dan kreatif.
• Lingkungan sosio emosional tidak kondusif
Kecemasan, perasaan tertekan, agresif, melarikan diri dari kenyataan.
2. REMAJA MEROKOK PADA UMUMNYA DISEBABKAN :
( Tidak berfikir rasional, Mencari identitas ( jati diri), Ingin diakui / dihargai / dipuja, Ingin mencoba, Rasa setia kawan, Mudah terpengaruh )
3. MENGAPA HARUS BERHENTI MEROKOK
Merokok berlebihan dapat mengakibatkan kematian 10% penduduk dunia. Tahun 2030à kematian 50% perokok dan separuh dari yang meninggal adalah diusia produktif. Dari 1 batang rokok yang dibakar menghasilkan 4000 bahan kimia yang berbahaya, diantaranya:
( Tarà karsinogen, Nikotinà zat adiktif , Karbon Monoksida(CO)à mengikat hb )
4. PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MEROKOK
Kanker paru,Kanker kandung kencing,Kanker usus dan rahim, Kanker mulut dan tenggorokan,Kanker pankreas, Kanker payudara, Bronchitis khronik, Stroke, Osteoporosis, Penyakit jantung, Kemandulan dan Impotensi, Keguguran, melahirkan bayi cacat, Gangguan lambung, Penyakit gusi , Gangguan mata .
5. ROKOK DAN GANGGUAN KESEHATAN JANGKA PENDEK
Mulut kering, Nafas berbau, Meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, Gangguan pencernaan, Kulit kusam, Bau badan tidak sedap
6. AKIBAT PAPARAN ASAP ROKOK
• Polusi ruangan mengakibatkan : Iritasi mata / hidung, sakit kepala , batuk, sesak nafas dan tenggorokan serak
• Pada wanita hamil yang bukan perokok akan terjadi penurunan pertumbuhan janin dan kematian bayi
• Asap rokok dari sebatang rokok yang dibakar mengandung:
2 Kali lebih banyak nikotin, 3 Kali lebih banyak tar, 5 Kali lebih banyak CO
7. SIAPA PEROKOK AKTIF DAN PASIF
• Perokok aktif à orang yang mengkonsumsi rokok.
• Perokok pasifà orang yang tidak merokok tapi menghisap asap rokok.
Dari pada asap rokok yang dihisap, kemudian dikeluarkan lagi dari mulut / hidung perokok.Resiko perokok pasif dibandingkan orang yang tidak pernah menghisap asap rokok :
30 % penyakit jantung dan 25 % kanker.
8. JENIS ASAP ROKOK
5 X CO, 4 X CARCINOGEN, 3 X NIKOTIN, 46 X AMONIA
9. IBU HAMIL YANG JADI PEROKOK PASIF :
Keguguran janin, Kematian bayi dalam kandungan, Perdarahan
10. BAYI YANG JADI PEROKOK PASIF :
Gangguan pernafasan, Gangguan perkembangan kecerdasan, Leukimia, Kanker otak, Penyakit telinga
11. Dari 1 batang rokok yang dibakarà 4000 racun
 Kelompok gas : CO, menghambat pengikatan Hb-O2
 Kelompok zat padat : Nikotin dapat menyempitkan pembuluh darahà Stroke dan serangan jantung, Tar dapat menyebabkan kanker.
12. PENYAKIT YANG DITIMBULKAN AKIBAT MEROKOK :
1. Kanker Paru :
Bahan kimia didalam rokok yang merupakan penyebab kanker paru adalah Tar. Adaempat jenis kanker paru , yaitu :Karsinoma epidermoid, Adenekarsioma, Karsinoma sel besar, Karsinoma sel kecil.
2. Penyakit Jantung :
Kebiasaan merokok dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, tingginya kadar lipid / lemak dalam darah dan lain-lain. Penyebab jantung koroner adalah penyempitan / tersumbatnya pembuluh darah yang menuju ke jantung, sehingga mengakibatkan serangan jantung mendadak. Ada dua asap rokok yaitu nikotin dan gas CO, asap rokok mengandung 0,5 % - 3 % nikotin. Nikotin menggangu jantung, membuat irama jantung tidak teratur.
3. Menggangu Kehamilan
Seorang ibu yang biasa merokok sangat mengganggu pada anak yang akan dilahirkan. Banyak dimungkinkan dapat meninggal dunia pada bulan-bulan berikutnya.
Gejala-gejala keracunan merokok, antara lain : Kepala pusing, Mual-mual, Keluar keringat dingin, Tangan gemetar, Badan terasa lemah
GANGGUAN MEROKOK :
KESEHATAN
 INFEKSI SALURAN
 EMPHYSEMA
 HIPERTENSI
 JANTUNG KORONER
 IMPOTEN
 SUSAH TIDUR PERFORMA
 GIGI KUNING
 KULIT PUCAT
 RAMBUT KUSAM
 KERUTAN DAHI
 CAHAYA MATA
 EMOSIONAL
1. BAGAIMANA MENCEGAH REMAJA UNTUK TIDAK MEROKOK
Peringatan kesehatan pada setiap bungkus rokok, Dilarang merokok ditempat umum, Memutuskan apakah merokok bergaya atau berbahaya, Mengembangkan keterampilan psikososial, Menerapkan Kawasan bebas rokok di sekolah, Contoh tauladan dan pengawasan, Penegakan hukum, Meminimalisir tempat merokok.
2. CARA EFEKTIF UNTUK BERHENTI MEROKOK (bagi yang sudah terlanjur merokok):
Niat yang yang kuat dari diri sendiri, Cari alasan kuat untuk berhenti merokok, Tetapkan tanggal untuk berhenti merokok, Singkirkan asbak/rokok, Minta dukungan teman & keluarga, Lakukan beberapa cara : ( Cara 1 : Langsung berhenti, Cara 2: Penundaan menghisap rokok pertama, Cara 3: Pengurangan bertahap.
Usaha – usaha unutk berhenti merokok, antara lain : Jauhkan dari rokok, Mandi air hangat 3 X sehari, Olahraga dengan baik dan teratur, Banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran segar, Jangan terlalu lama menahan lapar, Hindari makan makanan yang mengandung bumbu, Jauhkan diri dari ragu-ragu untuk berhenti merokok.
Upaya pencegahan dan penanggulangan agar siswa tidak merokok, antara lain : Kantin disekolah dilarang menjual rokok, Memberi penjelasan tentang bahaya merokok bagi kesehatan, Merazia siswa agar tidak membawa rokok.
3. KEUNTUNGAN TIDAK MEROKOK
Lingkungan udara bersih yang banyak mengandung O2, Memperkecil risiko terkena penyakit, misalnya serangan jantung, stroke, impotensi dan kemandulan karena endapan nikotin di pembuluh darah, Terhindar dari kanker yang disebabkan Tar, Nafas dan badan tidak berbau, Kulit muka tetap segar, Terhindar dari batuk-batuk dan sesak nafas, Memperkecil biaya yang tidak diperlukan.
C. MINUMAN KERAS
Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol, seperti ethanol / ethil alkohol. Minuman keras seperti wiski, brandy, bir, anggur, jenever, bols dan champagne, mempunyai kadar alkhohol yang sangat tinggi kurang lebih 30 – 40 % (100 cc minuman mengandung 30 – 40 cc alkohol ).
Alkohol yang bersal dari minuman keras mudah sekali masuk ke dalam aliran darah melalui pernafasan sehingga pernafasan sehingga pernafasan berbau alkohol dan sebagian kecil dikeluarkan lewat air seni. Selama dalam aliran darah alkohol akan mempengaruhi fungsi otak. Bila kadarnya tinggi maka otak dan susunan saraf dapat mengalami keracunan sehingga pikirannya akan terganggu (mabuk), bicara tidak karuan dan jalannya sempoyongan. Alkohol dapat menimbulkan kerusakan hati dan selaput lendir lambung sehingga peminumnya mudah terserang penyakit liver dan mag. Orang yang ketagihan alkohol akan gemetar, perasaan resah, bingung dan perut mual. Pil penenang bisa menimbulkan kematian jika di campur dengan alkohol.
Konsentrasi Alkohol dalam Darah Akibat yang Ditimbulkan
0,1 %
0,2 %
0,3 %
0,4 %
0,5 % Umumnya masih tampak normal (kurang pengaruhnya)
Sudah tampak terjadinya gejala intoksikasi atau keracunan
Pingsan dan gangguan pernafasan
Pingsan dan gangguan jantung
Akan terjadi kematian.
Faktor-faktor penyebab penggunaan minuman keras :
a. Sekedar ikut-ikutan teman sepergaluan untuk mengikuti zaman
b. Lingkungan keluarga yang sudah mempunyai tradisi minum alkohol secara turun menurun.
c. Sebagai pelarian, yang bertujuan meringankan / melupakan suatu masalah yang sedang dihadapi.
d. Rasa ingin tahu dan mencoba mencicipi seperti teman-temannya yang peminum.
e. Agama yang lemah dan akhirnya mudah terpengaruh.
f. Kondisi menganggur, karena tidak ada kegiatan yang terarah seperti kuliah, kursus, bekerja / berwiraswasta.
Akibat kecanduan minuman beralkohol akan merusak hati dan bagian-bagian lain, seperti :
Perut terisi air, Bila terjadi kerusakan pada hati, kulit dan mata berwarna kuning, Terasa kesemutan terus menerus bila terjadi kerusakan pada saraf tepi, Peradangan lambung dan tukak lambung, Kerusakan pada jantung.
Masalah narkoba merupakan acaman yang sangat serius bagi kehidupan generasi muda sebagai penerus bangsa. Baerdasarkan survei BNN (Bandan Narkotika Nasional ; 2005), jumlah penyalahan narkorbadi Indonesia telah mencapai 3,4 % dari total penduduk. Dan yang lebih memprihtinkan lagi, ditemukannya usia termuda yang melakukan tindak pidana ini adalah umur 7 tahun.
A. PENYEBAB PENYALAHANGUNAAN NARKOBA
1. Sisi Pengetahuan
Tidak adanya pendidikan atau pengetahuan yang ditanamkan sejak dini tentang apa itu Narkoba dan bahayanya, serta bagaimana cara memeranginya.
Seharusnya pendidikan tentang narkoba itu dimulai sejak masa anak-anak, kalau perlu diadakan mata pelajaran tentang narkoba di sekolahan, sebelum mereka terjebak dilingkungan yangn membahayakan.
2. Sisi Sosial Keluarga
Hubungan yang kurang harmonis antara anak dan orang tua menyebabkan anak mencari pelarian dan bergaul dengan orang-orang yang tidak baik. Bila dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dengan perhatian penuh dari orang tua, anak yang kuarang mendapat perhatian memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mencoba atau menyalahgunakan Narkoba.
3. Sisi Pergaulan (teman bermain)
Penyebab utama dilingkungan pergaulan yang biasanya terjadi pada penggunaan narkoba adalah :
 Untuk sekedar iseng dan mencari kesenangan.
 Supaya diterima dilingkungan tempat bermain atau teman bermain.
 Coba-coba sekedar ingin tahu rasanya dan beranggapan bahwa mencoba sekali tidak akan ketagihan (kurang percaya diri).
 Melarika diri dari kenyataan hidup yang pahit atau trauma masa lalu (putus cinta, hubungan antara anak dan orang tua yang tidak harmonis).
B. TIPS BUAT ORANG TUA
Ada beberapa tips buat orang tua untuk mengenali perubahan atau gejala yang terjadi pada anak apabila terlibat/pemakai narkoba :
1. Prestasi belajar menurun tajam
2. Membolos sekolah, mereka yang mulanya rajin sekolah, sering kita jumpai tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas.
3. Menjadi pemalas, eggan mandi
4. Badan kurus, muka pucat dan kuyu
5. Meninggalkan ibadah, mereka yang tadinya rajin beribadah menjadi malas beribadah, bahkan meninggalkannya sama sekali.
6. Suka mengancam dan merusak barang.
7. Menjual barang, mencuri / terlibat tindakan kriminal.
8. Sering pulang larut malam, bahkan tidak pulang.
9. Sering mengurung dan mengunci diri dalam kamar (berlama-lama)
10. Sering dijumpai beberapa alat untuk menggunakan narkoba, antara lain : alat suntikan, kertas timah (alumunium foil) yang berasal dari rokok, alat yang disebut “bong” alat ini khusus untuk menghisap shabu-shabu yang terdiri dari tabung gelas dan dua buah sedotan.
Upaya Pencegahan dalam arti primer dapat diupayakan dirumah, disekolah atau dilingkungan sosial masyarakat. Salah satu caranya ialah :
 Perlunya pendidikan dan penyuluhan sejak dini, mulai dari rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat tentang bahaya narkoba.
 Bagi pemakai narkoba, setelah mengalami proses hukum, kemudian dimasukan ke panti rehabilitasi penyalah gunaan narkoba.
 Bagi produsen dan pengedar, dikenakan sangsi yang seberat-beratnya sampai dengan hukuman mati.
C. HUKUMAN DAN DENDA BAGI PENYALAHGUNA NARKOBA
Dari dasar Undang – Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 1997 tentang narkotika, pengguna dan pemilik serta pengedar narkoba dapat dikenakan hukuman sebagai berikut,
 Pengguna Narkoba
Dapat dikenakan hukuman penjara 1 sampai 4 tahun, sesuai dengan pasal 85
 Pemilik Narkoba
Dapat dikenakan hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), sesuai dengan pasal 78 ayat 1 (b)
 Pengedar Narkoba
Sesuai dengan pasal 84, pengedar narkoba akan dikenakan hukuman penjara dari 5 tahun sampai 10 tahun dengan denda sebesar Rp 250.000.000,- (dua juta lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)
 Produsen / pembuat Narkoba
Akan dikenakan hukuman penjara 7 tahun samapi seumur hidup dan denda sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) samapai dengan Rp 1.000.000.000,- ( satu miliard rupiah), sesuai dengan Undang – Undang Narkotika pasal 80 ayat 1 (a).
Diposkan oleh Drs. Gagarin Alam Nurochim di 01:51 0 komentar
Old Post ►
 

Copyright 2012 Info Dunia Olahraga: narkoba Template by Bamz | Publish on Bamz Templates